Kepala Dewan Kebijakan Kecam Sanksi Baru AS Terhadap Iran
Selasa, 2 September 2014 7:07 WIB
Teheran, (Antara/IRNA-0ANA) - Ketua Dewan Kebijaksanaan Iran Ayatollah Akbar Hashemi Rafsanjani Senin mengatakan di Teheran, bahwa negara-negara tertentu mencari alasan politik dalam pembicaraan nuklir Iran-G5+1.
Dia membuat pernyataan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Finlandia Erkki Tuomioja.
Pada malam putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan G5+1, pengenaan sanksi-sanksi anti-Iran oleh AS akan memiliki dampak negatif, Rafsanjani menambahkan.
Dia menekankan bahwa pembicaraan nuklir Iran-G5+1 (lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB AS, Inggris, Prancis, Rusia, Tiongkok ditambah Jerman) telah membuka bab baru dalam hubungan politik Iran-Barat.
Ayatollah Rafsanjani mendesak para intelektual dunia serta negara-negara Uni Eropa untuk mengingatkan Washington konsekuensi negatif dari kebijakan tersebut.
Menteri Finlandia, untuk bagiannya, yakin bahwa jika Iran dan G5 +1 mencapai kesepakatan, semua negara Uni Eropa, Finlandia khususnya, akan menyaksikan perkembangan luas dalam hubungan mereka dengan Teheran.
Menteri Finlandia tiba di Teheran Sabtu malam.
Dia bertemu dan berunding dengan Presiden Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif pada Ahad.
Departemen Keuangan AS mengatakan pada Jumat bahwa sanksi-sanksi telah menargetkan perusahaan pelayaran, perusahaan minyak, perusahaan penerbangan dan enam bank Iran.
November lalu, Iran dan kekuatan dunia menandatangani Rencana Bersama enam bulan Aksi untuk meletakkan dasar bagi resolusi penuh sengketa dua dekade Barat dan Iran tentang program nuklir damainya.
Dalam pertukaran untuk pembangunan kepercayaan Teheran akan membatasi aspek-aspek tertentu dari kegiatan nuklirnya, di mana kelompok enam kekuatan dunia sepakat untuk mengangkat beberapa sanksi yang ada terhadap Teheran, dan melanjutkan pembicaraan dengan negara itu untuk menyelesaikan semua masalah antara kedua pihak.
Karena perbedaan atas beberapa permasalahan mendasar, kedua belah pihak kemudian sepakat untuk memperpanjang Rencana Aksi Bersama pada 24 November. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MTQ Sumbar di Bukittinggi, Dewan Hakim KTIQ ungkap saatnya wahyu dan akal berpadu
14 December 2025 20:30 WIB
Pengumuman hasil uji kompetensi Calon Dewan Pengawas Syariah Bank Nagari tahun 2025
30 October 2025 9:24 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018