Bogor, (Antara) - Sejumlah tentara Angkatan Laut dari sembilan negara belajar membantik di Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LKP) Batik Bogor Tradisiku, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin. "Tentara Angkatan Laut ini belajar membantik menggunakan canting. Mereka belajar dalam rangka bagian dari pengenalan budaya Indonesia yang diajarkan di Sekolah Komando Angkatan Laut Indonesia," kata Siswaya pemilik LKP Batik Bogor Tradisiku. Menurut Siswaya, kegiatan pelatihan batik untuk tentara-tentara bukan yang pertama kali dilakukan pihak. Hampir semua kesatuan mulai dari Angkatan Darat hingga Angkatan Udara pernah belajar membantik di Batik Bogor Tradisiku. Dalam pelatihan tersebut, lanjut Siswaya, para tentara dikenalkan mengenai batik, mulai dari penjelasan apa itu batik tulis, batik cetak, hingga printing. "Mereka dibekali satu helai sapu tangan yang akan dilukis oleh masing-masing tentara sesuai dengan arahan yang diberikan," kata Siswaya. Para tentara AL yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Komando Angkatan Laut Indonesia tersebut berasal dari USA, Qatar, Malaysia, Korea, Vietnam, Singapura, Australia, dan Thailand. Selain belajar mengenal tentang Indonesia, kata dia, mereka juga belajar mengenal budaya, bahasa, dan kesenian dari Tanah Air. Pelatihan membantik yang dijalani para tentara AL dari sejumlah tegara tersebut diikuti secara serius oleh seluruh peserta. Menurut salah seorang tentara AL dari Australia, belajar membuat batik dirinya mendapatkan pembelajaran untuk menghargai seni dan tradisi budaya Indonesia. "Pantas kenapa batik itu mahal harganya karena dibuat dengan ketelitian, ketekunan, keindahan, dan prosesnya tidak mudah. Dari batik jadi belajar menghargai karya seni, khususnya batik," kata tentara Angkatan Laut dari Australia tersebut. Sementara itu, koordinator pelaksana kegiatan Letkol Anang mengatakan bahwa kegiatan membatik adalah salah satu bagian dari rangkaian pelatihan mengenal budaya Indonesia untuk para tentara AL yang sedang mengikuti pendidikan Sesko AL. Menurut Siswaya, pengenalan batik di kalangan militer menunjukkan bahwa batik telah dikenal di semua kalangan, terlebih batik bogor yang perjalanan terbentuknya masih relatif cukup baru dibanding batik yang berasal dari Jawa. Siswaya berharap, melalui pelatihan yang diberikan oleh lembaganya, dapat memperluas dan mengenalkan batik, khususnya batik bogor, agar dapat menambah khazanah batik di Tanah Air, serta menghidupkan geliat batik di kalangan masyarakat guna menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. "Bahwa batik itu tidak hanya ada di Jawa, tetapi juga di Bogor juga sudah ada batik," kata Siswaya yang juga pelopor terciptanya batik khas Bogor. (*/jno)