Kemenperin Gelar Pameran Industri Kosmetik dan Jamu
Selasa, 26 Agustus 2014 17:02 WIB
Menperin M.S. Hidayat. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Kementerian Perindustrian menggelar pameran industri kosmetik dan jamu untuk meningkatkan daya saing sehingga industri kosmetik, jamu, dan obat tradisional bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Pameran ini untuk mempromosikan industri kosmetik dan jamu lokal yang telah mampu memproduksi dengan kualitas baik sesuai standar. Selain itu untuk mendorong pemakaian produk lokal sehingga produk kosmetik dan jamu bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Menperin M.S. Hidayat di Jakarta, Selasa.
Pihaknya mencatat pada 2012, nilai ekspor kosmetik mencapai Rp9 triliun atau tiga kali lipat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3 triliun. Dari segi penjualan dalam negeri juga mengalami peningkatan, pada 2013 mencapai Rp11,2 triliun atau tumbuh 15 persen dibandingkan dengan pada 2012 sebesar Rp9,7 triliun.
"Industri kosmetik nasional menunjukkan tren industri yang meningkat. Produk-produk tersebut bisa menembus pasar internasional, seperti ASEAN, Jepang, Timur Tengah, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika," katanya.
Dari segi penyerapan tenaga kerja, sebanyak 760 perusahaan kosmetik di Indonesia telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 75 ribu orang secara langsung dan 600 ribu orang secara tidak langsung.
Hidayat memperkirakan pada 2014 penjualan industri jamu dan obat tradisional bisa mencapai Rp15 triliun. Target tersebut dinilainya cukup realistis mengingat pada 2013 penjualan berhasil mencapai Rp14 triliun.
Pameran industri kosmetik dan jamu diadakan di Kemenperin, Jakarta, selama empat hari, sejak 26-29 Agustus 2014.
Pameran itu diikuti oleh 38 perusahaan yang terdiri atas 28 perusahaan kosmetik, 10 perusahaan jamu, serta Disperindag Provinsi Bali.
Para peserta pameran merupakan pelaku industri kosmetik dan jamu yang telah mendapatkan sertifikasi dalam penerapan Good Manufacturing Practice atau Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dari Badan POM, bahkan beberapa di antaranya mampu mengekspor produknya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang Ramadan, PMI Tanah Datar gelar gebyar donor darah antisipasi kekurangan stok
13 February 2026 14:05 WIB
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPD IKA Unand Jabodetabek gelar bazar amal dan pentas seni, kumpulkan donasi Rp100 juta
09 February 2026 11:03 WIB
Catat Rekor MURI, SIG Gelar Pelatihan dan Sertifikasi 500 Ahli Bangunan di Lima Provinsi
06 February 2026 15:06 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB
PT Semen Padang Gelar Akademi Jago Bangunan di Bengkulu, Perkuat Kompetensi Tukang
04 February 2026 11:18 WIB
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Gelar MoT, Pj Sekda Padang pastikan Pesantren Ramadhan digelar 23 Februari-15 Maret 2026
03 February 2026 12:20 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018