Keberadaan Orangutan Sumatra Terancam Punah
Kamis, 13 Desember 2012 17:44 WIB
Medan, (ANTARA) - Populasi satwa Orangutan Sumatra (Pongo Abelii) terancam punah akibat perburuan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab maupun karena semakin menyusutnya hutan yang menjadi habitat hewan yang dilindungi tersebut.
"Populasi orangutan mengalami penurunan yang sangat drastis dalam kurun waktu 20 tahun terakhir akibat deforestasi. Kondisi ini menyebabkan Orangutan Sumatra masuk kategori satwa sangat terancam punah di dunia," kata penggiat konservasi alam dan satwa liar Sumatra Rainforest Institute (SRI) Rasyid Assaf Dongoran di Medan, Kamis.
Beberapa penelitian yang dilakukan oleh lembaga Indonesia dan lembaga internasional pada periode 2006-2008 telah menyimpulkan hanya beberapa blok hutan alami sebagai habitat satwa itu hanya ada di dua provinsi yakni di Aceh dan Sumatera Utara.
Salah satu kawasan hutan yang diidentifikasi sebagai habitat alami adalah Kawasan Ekosistem Batangtoru atau Hutan Tapanuli, dimana estimasi kawasan ini seluas lebih kurang 140.000 hektar dan salah satu kabupaten yang memiliki satwa ini adalah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Beberapa kantung hutan alami yang terdapat di Tapanuli Selatan seperti hutan Batangtoru, hutan Cagar Alam Dolok Sibual-Buali, Cagar Alam Dolok Sipirok, Suaka Alam Lubuk Raya serta beberapa wilayah hutan lindung hutan produksi yang memegang peranan penting dalam upaya penyediaan habitat alami.
Agar keberadaan orangutan tersebut tidak semakin habis, menurut dia, peran serta pemerintah daerah sangat penting, terutama dalam mengantisipasi perburuan maupun penebangan hutan uang dilakukan masyarakat.
"Saya masih yakin Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Martua Pasaribu mampu menjadi pelopor utama gerakan penyelamatan hutan alami dan satwa yang terancam punah di wilayah kerjanya. Beliau harus mampu memanfaatkan jabatannya untuk melestarikan alam khusus Orangutan Sumatra," katanya.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan harus jeli melihat peluang bahwa tidak setiap kabupaten di Indonesia memiliki wisata alam dan perlindungan orangutan, apalagi memang orangutan merupakan daya tarik internasional.
Artinya, melestarikan satwa itu akan memancing turis penikmat ekowisata dan para peneliti baik nasiaonal maupun asing masuk ke Tapanuli Selatan, sehingga secara langsung dimasa akan datang, daerah itu akan menjadi sorotan destinasi wisata ekowisata dan keunikan alam.
"Potensi itu harus di investasi dalam upaya pelestarian, yang pada gilirannya nanti tentunyamampu menggerakkan roda ekonomi yang green economy," katanya.
Apalagi, lanjut dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan RI telah menetapkan agenda induk penyelamatan Orangutan yang tertuang dalam Rencana Strategi dan Aksi Nasional Konservasi Orangutan 2007-2017.
"Dengan demikian semua pihak termasuk pemerintah kabupaten dapat melakukan upaya konservasi dan perlindungan orangutan dengan dasar kebijakan itu," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
COP bantu penanganan satwa terdampak bencana hidrometeorologi di Agam (Video)
15 December 2025 9:05 WIB
COP dirikan ruang informasi Harimau Sumatera di TWA Rimbo Panti Pasaman
29 July 2023 17:14 WIB, 2023
31 ekor orangutan dilepasliarkan ke kawasan konservasi sejak Januari 2020
17 April 2020 13:35 WIB, 2020
Berkunjung ke Samboja, "sekolah" orangutan di sudut Kalimantan Timur
10 December 2019 9:11 WIB, 2019
Berita terhangat pekan ini, kebakaran ikon Padang hingga orangutan Sumatera
01 December 2019 9:53 WIB, 2019
Kisah penyelamatan induk dan bayi orangutan korban kebakaran hutan di Kalimantan Tengah
04 October 2019 16:25 WIB, 2019
Dua Orangutan jantan dan betina berhasil diselamatkan di lokasi Karhutla
18 September 2019 12:36 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018