Menko Perekonomian Enggan Tanggapi Usulan Kenaikan BBM
Rabu, 20 Agustus 2014 18:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung enggan menanggapi usulan Tim Transisi dari salah satu calon presiden yang menginginkan kenaikan harga BBM bersubsidi dilakukan oleh pemerintahan saat ini.
"Itu bukan keputusan ekonomi, itu keputusan politik. Kita tunggu saja keputusan MK (Mahkamah Konstitusi)," katanya di Jakarta, Rabu.
Saat ini, katanya, bukan waktunya untuk mengeluarkan pernyataan maupun kebijakan yang berpotensi mengganggu kestabilan politik maupun ekonomi, karena MK baru mengumumkan secara resmi PHPU (perselisihan hasil pemilihan umum) terkait Pilpres, Kamis (21/8).
"Jangan dulu mengambil langkah atau gegabah dalam mengeluarkan statement. Pada waktunya kalau sudah definitif, Pak (Presiden) SBY akan berbicara dengan presiden terpilih yang sudah final. Nanti keputusan apapun, saya tinggal melaksanakan," ujarnya.
Chairul mengakui seluruh opsi menyangkut kebijakan BBM bersubsidi masih terbuka, namun belum ada pembicaraan apapun dan semua diharapkan menunggu hasil resmi dari Mahkamah Konstitusi, yang bersifat final dan mengikat.
"Kita belum tahu keputusan MK apa. Bisa A, bisa B, bisa C ini. A artinya mengukuhkan hasil KPU. B meng - oppose ini. C bisa ada pemilihan ulang di beberapa provinsi yang artinya (berdasarkan) keputusan dari MK, (hasil pemilu) belum definitif," katanya.
Antisipasi Hasil MK
Terkait pengumuman putusan Mahkamah Konstitusi, Chairul mengatakan seluruh institusi keamanan telah berkomitmen menjaga suasana tetap kondusif dan mengimbau agar masyarakat mengikuti keputusan final tersebut.
"TNI dan Polri juga sudah melakukan langkah antisipasi, bahkan paparannya, (pengamanan) tidak di sekitar MK, tetapi di berbagai sentra ekonomi untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan keterangan pers resmi setelah pengumuman hasil resmi sengketa pemilu dari Mahkamah Konstitusi, meskipun keputusan itu tidak memuaskan salah satu pihak.
"Rencananya setelah MK akan menyampaikan keputusannya, tergantung keputusannya, Presiden akan sampaikan statement agar masyarakat dan pelaku pasar memahami bahwa langkah ini tidak berpengaruh ke perekonomian," ujar Chairul. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar terus dukung TMMD karena gerakkan perekonomian dan sosial masyarakat
22 April 2026 15:12 WIB
22 poin jawaban lengkap Kemenko Perekonomian soal perjanjian dagang RI-AS
22 February 2026 14:22 WIB
Pemkot Pariaman sambut peringatan HKN sebagai momentum dongkrak perekonomian UMKM
30 October 2025 16:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018