Jakarta, (ANTARA)- Sebuah hasil penelitian menunjukkan sekitar 27 persen keluarga Indonesia praktis tidak pernah membicarakan masalah keuangan dengan anak-anak mereka, sehingga anak-anak kurang mendapat kesempatan belajar keuangan di rumahnya. Data Visa Barometer Global Financial Literacy 2012 mengenai keluarga Indonesia yang diperoleh di Jakarta, Kamis menyebutkan pembicaraan mengenai pengelolaan uang sangat jarang dilakukan yang mengakibatkan anak Indonesia kurang mendapat kesempatan belajar keuangan di rumahnya sendiri. Orang tua Indonesia hanya menghabiskan rata-rata 5,5 hari dalam setahun untuk membicarakan pengelolaan uang dengan anak-anak mereka bila dibanding Meksiko dan Brazil yang menduduki peringkat atas dalam Barometer tersebut Direktur Utama PT Visa Worldwide Indonesia,Ellyana Fuad dalam keterangan persnya mengatakan, orang tua Meksiko kalau berbicara mengenai pengelolaan uang setidaknya 41,7 hari dalam setahun dan orang tua Brazil 38,1 hari. Ellyana Fuad menambahkan,pengelolaan keuangan di Indonesia sangatlah penting untuk mulai menanamkan kebiasaan sejak usia muda sehingga diharapkan dapat mencegah kebiasaan generasi muda hidup berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang diluar kemampuan mereka. Dari 955 orang tua Indonesia yang menjadi responden survei, seperempat dari mereka (sekitar 27 persen) mengatakan mereka tidak pernah berbicara tentang keuangan dengan anak-anak mereka. Visa mengadakan survei ini untuk mengukur kekuatan dan kelemahan pendidikan keuangan di seluruh dunia. Brazil, Meksiko dan Australia menempati tiga peringkat teratas sementara Indonesia, Vietnam dan Pakistan menempati tiga peringkat terendah, tuturnya. Menurut dia, hasil survei juga menunjukkan bahwa kebanyakan orang Indonesia tidak dapat mengatasi masalah keuangan lebih dari tiga bulan karena dari 84,7 persen responden diketahui hanya memiliki dana darurat kurang dari tiga bulan untuk membiayai kebutuhan dasar jika terjadi hal-hal diluar dugaan seperti kehilangan pekerjaan. Bank Indonesia Sebagai jawaban atas temuan hasil survei tersebut, Visa bekerja sama dengan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) dan Bank Indonesia meluncurkan situs www.practicalmoneyskills.co.id yang bertujuan mempersiapkan masyarakat khususnya generasi muda, dengan pengetahuan keuangan dasar serta keterampilan untuk menyusun anggaran. Sejak diluncurkan pada Juni 2012 yang lalu, situs ini telah dikunjungi lebih dari 9,000 pengunjung dan 380,000 hits. Ellyana Fuad menambahkan, sangat terdorong untuk membantu lebih jauh melihat jumlah peminat situs www.practicalmoneyskills.co.id yang cukup tinggi. "Kami berharap situs ini dapat menjadi alat bantu yang utama untuk generasi muda Indonesia, khususnya saat masa transisi dalam memasuki dunia baru misalnya masuk ke dunia kerja atau menikah, ucapnya. (*/sun)