SKK Migas Optimistis Penuhi Lifting APBN-P 2014
Senin, 18 Agustus 2014 19:42 WIB
Jakarta, (Antara) - Peltu Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johannes Widjonarko optimistis pihaknya mampu memenuhi target lifting minyak sesuai APBN Perubahan 2014 sebesar 818 ribu barel per hari (bph).
"Meski ada berbagai kendala kami optimistis target lifting minyak APBN-P 2014 dapat dipenuhi," kata Widjonarko di Jakarta, Senin.
Berbagai kendala itu adalah gangguan produksi minyak yang terjadi pada kurun Januari-Maret 2014. Selain itu, terdapat sejumlah sumur yang produktivitasnya menurun, seperti di blok Cepu yang memiliki sumur minyak yang tergolong tua.
"Belakangan tren produksi sampai pada 800 ribu bph tapi masih bisa bertambah menilik fluktuasi produksi," kata dia.
Meski begitu, optimisme tersebut akan cukup berat melihat lifting minyak nasional pada semester I 2014 masih sekitar 788 ribu bph atau di bawah target seperti tertuang dalam APBN-P.
Target lifting minyak sendiri telah diamanatkan lewat APBN-P 2014. Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun anggaran 2014.
Parlemen menyetujui nilai tukar rupiah terhadap dolar AS senilai Rp11.600 dan tingkat suku bunga SPN tiga bulan sebesar 6,0 persen. Sementara untuk target lifting minyak sendiri adalah rata-rata 818 ribu bph dan lifting gas rata-rata 1.224 ribu barel setara minyak per hari.
Dalam upaya pemenuhan target itu Widjo mengatakan perlunya penguatan eksplorasi minyak.
"Yang utama adalah eksplorasi dan peningkatan produktivitas sumur minyak. Pertama harus dilakukan kegiatan eksplorasi. Kalau tidak dilakukan maka kami hanya intensifikasi terhadap cadangan yang ada sehingga ibarat punya baskom ya berarti hanya itu saja yang kami sedot."
"Maka dari itu, kami perlu untuk menemukan baskom-baskom lain yang memang harus dikembangkan. Inilah kenyataannya. Kami harapkan ke depan kegiatan eksplorasi itu positif, artinya hambatan-hambatan dalam melakukan eksplorasi harus makin dikurangi," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SKK Migas perkuat sinergi dengan media untuk edukasi masyarakat tentang industri hulu migas
04 November 2025 22:22 WIB
Usulan Penambahan Kuota dari Gubernur Sumbar Direspon Positif BPH Migas, Kuota Bio Solar Sumbar Bertambah Sekitar 70 Ribu KL
11 October 2025 13:48 WIB
Tanggal 28 September hari apa? ternyata Hari Jadi Pertambangan dan Energi
28 September 2025 21:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018