Menlu Uni Eropa Berencana Bertemu Bahas Irak
Kamis, 14 Agustus 2014 9:59 WIB
Brussels, (Antara/AFP) - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton siap untuk mengadakan pertemuan para menteri luar negeri membahas krisis di Irak, kata seorang juru bicara Rabu.
"Ashton siap untuk mengadakan Dewan Luar Negeri (FAC) sedini
pekan ini dan memeriksa dengan negara-negara anggota jika mungkin," kata juru bicara, setelah pertemuan para duta besar Uni Eropa Selasa.
Prancis dan Italia telah berhari-hari menyerukan pertemuan tersebut untuk merespon imbauan suku Kurdi Irak untuk senjata dalam menghadapi serangan gencar pejuang jihad di Irak utara.
Tetapi beberapa negara berdiam diri terhadap prinsip untuk menyediakan senjata kepada zona konflik, meskipun sumber Uni Eropa menyebut itu terobosan besar, dan tak satu pun dari utusan Uni Eropa yang bertemu Selasa menyuarakan oposisi terhadap imbauan senjata oleh Prancis, Italia dan Inggris.
Mengikuti jejak Inggris, Presiden Francois Hollande, Rabu mengatakan Prancis akan memberikan senjata kepada pasukan Irak untuk memerangi pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Pada Selasa, Inggris mengatakan akan mengangkut perlengkapan militer ke pasukan Kurdi yang memerangi militan di tengah kekhawatiran Barat krisis bisa menyebar ke seluruh wilayah.
Pertemuan Utusan, Selasa dilakukan dalam upaya lebih mengkoordinasikan respon negara-negara anggota terhadap krisis eksekutif Uni Eropa yang disebut darurat dunia yang paling mendesak.
Para duta sepakat tentang perlunya mendesak dan meningkatkan
bantuan kemanusiaan, tetapi tidak menyerukan pertemuan para menteri luar negeri, yang diperlukan untuk setiap tindakan terkoordinasi besar dengan negara-negara blok.
Jika menteri yang bertemu, diharapkan diplomat Uni Eropa juga akan
membahas krisis di Ukraina serta perkembangan terbaru di Gaza.
Pada Rabu, Komisi Eropa mendorong bantuan ke Irak 17 juta Euro, meskipun mengatakan akses ke warga sipil yang terkepung adalah tantangan nyata, bukan kurangnya dana kemanusiaan.
AS, yang telah melakukan serangan udara terhadap posisi jihad,
mengatakan Rabu pihaknya menilai opsi penyelamatan ratusan ribu
warga sipil yang terperangkap di Gunung Sinjar sementara PBB memperingatkan "potensi genosida" di wilayah itu. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang terima kunjungan Wakil Dubes UEA, salurkan bantuan bagi korban bencana
12 December 2025 16:52 WIB
Pengusaha sawit nyatakan siap hadapi EUDR, tantangan utama ada di tingkat petani
28 October 2025 21:18 WIB
Uda-Uni Sawahlunto 2025 ditransformasikan menjadi duta wisata responsif dan adaptif
05 October 2025 13:27 WIB
Kehadiran pusat oleh-oleh khas Danau Maninjau, wajah baru bagi ekonomi Agam
14 September 2025 15:27 WIB
PLN UP3 Solok Gandeng Finalis Uda-Uni Jadi Duta PLN Mobile 2025, Semarakkan Hari Pelanggan Nasional
28 August 2025 9:17 WIB
Presiden Prabowo tiba di Brussel bertemu Presiden Komisi Eropa dan Raja Belgia
13 July 2025 5:28 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018