Rwanda Bantah Kasus Ebola Dideteksi di Bandar Udara
Jumat, 8 Agustus 2014 11:20 WIB
Kigali, (Antara/Xinhua-OANA) - Pemerintah Rwanda pada Kamis (7/8) membantah desas-desus bahwa orang yang diduga membawa virus Ebola telah dideteksi di Bandar Udara Internasional Kigali.
"Saya ingin memberitahu anda bahwa tak ada kasus Ebola yang dilaporkan atau dicurigai pada saat ini di Rwanda. Setiap kasus Ebola yang dikonfirmasi di Rwanda akan diselidiki pada waktunya," kata Agnes Binagwaho, Menteri Kesehatan Rwanda, melalui telepon kepada Xinhua.
Kementerian Kesehatan tersebut sebelumnya mengatakan masyarakat akan diberitahu jika kasus waban Ebola merebak, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.
"Kementerian Kesehatan secara seksama memantau situasi dan beberapa tindakan pencegahan telah ditetapkan termasuk peningkatan kesadaran di kalangan pelancong, awak penerbangan, staf di bandar udara dan pos perbatasan; mendidik dan meningkatkan kesadaran penduduk secara umum mengenai pencegahan, gejala dan mode penularan Ebola," kata pernyataan itu.
Pernyataan tersebut mengatakan pekerja kesehatan telah dilatih dan tetap disiagakan, sehingga akan memungkinkan pendeteksian dini, pemberitahuan dan penanganan yang sesuai setiap kasus dugaan.
Sedikitnya 932 orang telah meninggal akibat wabah terburuk Ebola dalam sejarah Afrika Barat, kata Organisasi Kesehatan Dunia pada Rabu (6/8). (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hansi Flick bantah isu perpecahan internal di Barcelona karena Lamine Yamal
18 October 2025 5:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018