Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Saat pertempuran sengit antara pasukan Israel dan Palestina terus berlangsung di Jalur Gaza, Kementerian Tenaga Kerja Thailand memutuskan untuk menunda pengiriman sekelompok 74 pekerja Thailand ke Israel sampai situasi kembali normal, kata Sumet Mahosot Jumat. Dirjen Kementerian Departemen Tenaga Kerja itu mengatakan, keputusan untuk menunda pengiriman 74 pekerja Thailand ke Israel Senin lalu terjadi setelah pembahasan dengan Jeffrey Labovitz, kepala Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). Ia mengatakan pekerja Thailand akan dikirim untuk bekerja di Israel hanya setelah situasi kembali normal. Thailand meminta IOM untuk membantu melacak manfaat yang akan diterima oleh keluarga Narakorn Kittiyangkul, seorang warga Thailand yang tewas Rabu, setelah dihantam sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza ke Israel, kata Sumet. Dia mengatakan bahwa IOM bersedia untuk bekerja sama. Jirasak Sukonthachart, Sekretaris Tetap Thailand untuk Ketenagakerjaan, mengatakan ia telah berbicara dengan Duta Besar Israel untuk Thailand Simon Roded yang menegaskan kembali bahwa pemerintah Israel akan memberikan bantuan penuh kepada keluarga Narakorn seperti pekerja Thailand lainnya yang meninggal di masa lalu. Narakorn tewas Rabu setelah roket mendarat rumah kaca di mana ia bekerja. Jirasak mengatakan tubuh Narakorn akan diterbangkan ke Thailand Minggu atau Senin, untuk dikonfirmasikan kemudian. Kedutaan Thailand di Tel Aviv mengatakan telah diberitahu oleh pemerintah Israel bahwa warga Thailand yang saat ini bekerja berjarak 20 kilometer dari Jalur Gaza harus segera pindah ke daerah yang lebih aman, sementara majikan harus memungkinkan karyawan mereka untuk absen dari pekerjaan dalam situasi tanpa kondisi apapun. Israel akan memberikan bantuan penuh dalam menggerakkan para pekerja, menurut sumber-sumber kedutaan, tentang 300 pekerja Thailand yang telah diterapkan untuk pindah ke daerah yang lebih aman. Kedutaan Thailand di Tel Aviv memperkirakan bahwa 4.276 warga Thailand yang tinggal dan bekerja di lokasi risiko rawan dan meminta mereka untuk pindah ke lokasi yang lebih aman. (*/sun)