Berlin, (Antara/AFP/Reuters) - Kanselir Jerman Angela Merkel Jumat menyerukan gencatan senjata segera di Ukraina untuk mengizinkan penyelidikan pesawat penumpang Malaysia Airlines yang jatuh di wilayah timur yang dikuasai pemberontak negara. "Yang penting sekarang adalah penyelidikan independen dilakukan secepat mungkin," kata Merkel kepada wartawan. "Untuk itu, gencatan senjata diperlukan, dan kemudian tentu saja penting untuk mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan." Pemberontak pro-Rusia di Ukraina sepakat untuk memberi bantuan dalam penyelidikan jatuhnya pesawat komersial Malaysia dan akan menjamin akses aman bagi tim pakar asing untuk mengunjungi lokasi jatuhnya pesawat, kata OSCE, Jumat. Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) yang merupakan badan keamanan dan hak asasi manusia dalam pernyataannya mengatakan satu tim yang terdiri atas perwakilan Ukraina, Rusia dan OSCE telah melakukan konferensi jarak jauh dengan pihak pemberontak, yang berjanji unutk bekerja sama dengan otoritas Ukraina dalam penyelidikan kasus tersebut. Kiev sebelumnya mengeluh bahwa para pemberontak mencegah petugas dari Ukraina untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat, dimana seluruh 298 penumpang dan awak kapal tewas. Pemberontak seperti dikutip media kemudian menyatakan telah menemukan salah satu kotak hitam pesawat. "Demi prioritas, mereka (pemberontak) seharusnya menutup lokasi kejadian dan mengizinkan pihak berwajib setempat memulai persiapan untuk menemukan mayat korban," kata OSCE. Badan tersebut mengatakan pemberontak telah berkomitmen untuk memberikan akses aman dan jaminan keamanan bagi komisi penyelidikan nasional dan internasional, di dalam kawasan yang mereka kuasai. (*/WIJ)