Kebijakan BI Rate Tidak Tergantung The Fed
Rabu, 16 Juli 2014 14:25 WIB
Kuta, Bali, (Antara) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga (interest rate) yang dilakukan The Fed, bukan merupakan faktor utama bagi Bank Indonesia untuk memutuskan kebijakan terkait suku bunga acuan (BI Rate).
"Itu adalah satu faktor, namun tidak berarti kalau Fed rate naik, BI rate naik," katanya di Kuta, Bali, Rabu.
Perry menjelaskan kebijakan untuk suku bunga acuan lebih disesuaikan berdasarkan perkembangan ekonomi terkini, yang dipantau melalui Rapat Dewan Gubernur, seperti laju inflasi maupun defisit neraca transaksi berjalan.
"Yang paling utama, seberapa jauh inflasi dalam negeri terkendali, dan bagaimana daya dukung kebijakan nasional dalam mengendalikan permintaan domestik sehingga current account terkendali," katanya.
Ia menjelaskan Bank Indonesia terus berupaya untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional dan saat ini hal tersebut telah dilakukan dengan baik, melalui peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah.
"Fokus BI tahun ini memastikan stabilitas perekonomian sangat terjaga, dan so far masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi masih cukup bagus meski melambat, jika dibandingkan negara lain, Indonesia masih tumbuh," kata Perry.
Selain itu, para pelaku pasar keuangan sudah mengalami penyesuaian tehadap kondisi perekonomian global terutama terkait kemungkinan pengurangan stimulus moneter atau "tapering off" oleh The Fed pada tahun ini.
"Pasar keuangan Indonesia sudah mulai adjustment, karena BI terus melakukan pendalaman pasar. BI sudah memperkenalkan JISDOR, mini repo dan melakukan lindung nilai. Ini dilakukan agar memperkuat ketahanan pasar keuangan Indonesia," kata Perry.
Sebelumnya, Ketua The Fed Janet Yellen kepada Kongres AS mengatakan bank sentral bisa menerapkan kenaikan suku bunga "lebih awal dan lebih cepat dari yang dibayangkan saat ini" jika kondisi pasar tenaga kerja terus meningkat lebih dari yang diharapkan.
Menurut rencana, The Fed akan melakukan "tapering off" pada Oktober 2014. Dengan demikian, The Fed diperkirakan mulai menaikkan suku bunga acuan pada pertengahan 2015, yaitu triwulan III sebesar 50 basis poin dan triwulan IV sebesar 25 basis poin. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
DAUN Ramadan Fest 2026, Sinergi BI dan Pemprov Sumbar Jaga Stabilitas Harga Pangan
08 February 2026 19:11 WIB
Mahyeldi Buka Temu Responden BI Sumbar 2025: "Saatnya Sumbar membuat lompatan ekonomi"
19 November 2025 16:59 WIB
Pemkab Pasaman Barat jalin kolaborasi gelar pangan murah bersama BI, Bulog dan BSI
26 September 2025 18:04 WIB