Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam-BI gelar sekolah lapangan percepat pemulihan UMKM

Kamis, 29 Januari 2026 16:58 WIB
Image Print
Kepala Dinas Koperasi, Usaha, Kecil dan Menengah (DKUKM) Agam, Endrimelson. ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam bersama Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat menggelar sekolah lapangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mempercepat pemulihan terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha, Kecil dan Menengah (DKUKM) Agam, Endrimelson di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan sekolah lapangan diadakan di Kecamatan Matur untuk pelaku UMKM.

"Kegiatan berlangsung selama dua hari pada 29-30 Januari 2026 dengan peserta dari daerah terdampak," katanya.

Ia mengatakan sekolah lapangan itu bekerjasama dengan Bank Indonesia Sumbar dan ini merupakan Program Dari Nagari untuk Negeri (Daun).

Selama pelatihan, peserta dibekali strategi pengembangan usaha pascabencana, pengolahan produk berbasis komoditas lokal, serta penguatan manajemen dan ketahanan bisnis.

"Kami ingin UMKM tidak hanya bangkit secara fisik, tetapi juga secara kapasitas dan strategi usaha, mulai dari pengolahan produk hingga peningkatan nilai tambah komoditas lokal," katanya.

Ia mengakui kegiatan itu bagian dari program quick win Bl dalam mendorong stabilitas ekonomi dan pertumbuhan usaha lokal.

Ini untuk mempercepat pemulihan UMKM terdampak bencana hidrometeorologi.

Ia berharap program ini memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak, dan dapat direplikasi di nagari atau desa lain di Agam.

Ia menambahkan Pemkab Agam terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mendukung kebangkitan UMKM serta pemulihan ekonomi daerah.

Sebelumnya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Agam, mencatat sebanyak 1.406 UMKM terdampak banjir bandang, longsor dan banjir melanda daerah itu pada 27 November 2025, dengan kerugian pelaku UMKM akibat bencana itu sekitar Rp220 miliar.

Pelaku UMKM terdampak tersebut akibat lokasi usaha mereka rusak, akses menuju terputus dan lainnya dampak bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Dinas terkait telah melakukan penginputan data dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026