Rusia Desak Israel-Palestina Tahan Diri
Rabu, 2 Juli 2014 17:30 WIB
Moskow, (Antara/KUNA/AFP) - Rusia, Selasa, menyeru Israel dan Palestina menahan diri dan tidak meningkatkan keadaan setelah tiga remaja Yahudi hilang ditemukan tewas di Tepi Barat.
Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam pernyataan di lamannya, mendesak pihak terlibat menahan diri guna memulihkan keadaan.
"Kami tegas mengutuk pembunuhan brutal warga Israel yang tidak bersalah. Tidak ada pembenaran untuk tindakan yang tidak manusiawi ini," kata pernyataan itu.
"Kami menawarkan belasungkawa kami kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai dari mereka yang tewas. Kami menyeru pemimpin Palestina bersama-sama dengan penegak hukum Israel menemukan dan menghukum dalang kejahatan itu," kata kementerian tersebut.
"Kekerasan yang di luar kendali bisa menyebabkan korban baru," kata kementerian itu.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan tiga warga Israel sebagai kejahatan "brutal teroris".
Presiden Putin menyatakan dalam kabel untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ucapan belasungkawa kepada para keluarga korban.
Sementara itu Gedung Putih, Selasa, menyeru Israel dan Palestina untuk menjaga kelangsungan kerja sama keamanan, saat Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mempertimbangkan tindakan terhadap Hamas setelah tewasnya tiga remaja Israel.
Pemerintahan Obama juga mendukung klaim Israel yang menyalahkan kelompok itu untuk peristiwa tersebut, dan menegaskan kembali seruan untuk pengendalian diri di kedua belah pihak.
Israel telah bersumpah untuk memburu para gerilyawan yang diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan itu, yang disusul dengan serangan Israel terhadap Hamas di Gaza.
Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengulangi kemarahan Presiden Barack Obama atas pembunuhan itu dan seruan kepada kedua belah pihak untuk menghindari melakukan aksi-aksi yang justru mengganggu stabilitas. Ia menyampaikan hal itu pada Senin dalam pernyataan tertulis.
Dia juga menyampaikan pada rakyat Palestina dan Israel untuk tidak membahayakan kerja sama yang Washington lihat sebagai sesuatu yang sangat penting dalam upaya untuk menghindarkan ketegangan.
"Ada beberapa kerja sama keamanan antara Otoritas Palestina dan Israel saat mereka menyelidiki hilangnya anak-anak ini, karena mereka mencoba untuk bisa membawa mereka pulang kembali dengan selamat," kata Earnest.
"Ada hubungan keamanan penting antara Israel dan Palestina. Kami berharap semangat kerja sama, bahkan di tengah waktu yang sangat sulit ini, akan terus berlangsung," kata Earnest.
Hamas telah mengutuk Presiden Palestina Mahmud Abbas atas dukungannya untuk melakukan koordinasi keamanan dengan Israel, yang terus berlanjut saat negara Yahudi itu mengalami kegagalan untuk menemukan tiga remaja tersebut dalam keadaan hidup.
Kelompok itu mengatakan kerja sama tersebut berbahaya bagi prospek rekonsiliasi Palestina dan sebuah pukulan bagi para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.
Abbas berpendapat bahwa koordinasi keamanan dengan Israel merupakan kepentingan rakyat Palestina dan berjanji tidak akan ada intifada baru atau pemberontakan terhadap Israel meski kegagalan pembicaraan damai yang diperantarai Amerika Serikat. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018