Hamas Kecam UE Soal Remaja Yahudi yang Hilang
Senin, 30 Juni 2014 7:53 WIB
Kota Gaza, (Antara/Xinhua-OANA) - Para pejabat HAMAS pada Ahad (29/6) mengecam Uni Eropa (UE) karena mencerca pendirian organisasi di Jalur Gaza itu sehubungan dengan hilangnya tiga remaja Yahudi di Tepi Barat.
Sami Abu Zuhri, Juru Bicara HAMAS di Jalur Gaza, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa Gerakan Perlawanan Islam menolak kecaman bias UE terhadap HAMAS karena memuji hilangnya ketiga remaja Yahudi tersebut.
Pada Sabtu (28/6), UE di dalam satu pernyataan resmi kembali mengeluarkan pengutukannya terhadap penculikan ketiga remaja Yahudi dan mengecam HAMAS karena memuji penculikan yang diduga dilakukannya tersebut.
"Kecaman UE terhadap HAMAS cuma basa-basi dan kemunafikan bagi pendudukan (Israel)," kata Abu Zuhri, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Ditambahkannya, "UE juga mesti mengecam Israel karena menculik lebih dari 5.000 orang Palestina di dalam penjaranya."
"Daripada cuma mengeluarkan seruan sehubungan dengan hilangnya ketiga pemukim Yahudi, UE mestinya melancarkan segala upaya yang mungkin untuk mengakhiri penculikan 5.000 orang Palestina yang ditahan di penjara Israel," kata Abu Zuhri.
Pernyataan UE itu juga menyerukan pembebasan segera ketiga remaja Yahudi tersebut dan mendesak Israel melakukan tindakan yang layak untuk menemukan ketiga orang yang hilang itu.
Pada Kamis (12 Juni), Israel menyatakan tiga remaja Yahudi hilang di dekat Kota Al-Khalil, Tepi Barat Sungai Jordan, dan menuduh HAMAS "melakukan penculikan itu" tanpa memberi bukti. Sementara itu, HAMAS telah membantah tuduhan tersebut.
Untuk menemukan ketiga remaja yang hilang itu, militer Israel melancarkan operasi besar, sehingga menewaskan enam orang Palestina dan menahan lebih dari 500 orang lagi, termasuk pemimpin HAMAS, anggota parlemen dan mantan tahanan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi IX DPR kecam kasus kekerasan seksual dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung
10 April 2025 13:20 WIB
Palestina kecam Israel atas pemindahan paksa pasien ke RS Indonesia
29 December 2024 13:06 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018