Kerry Desak Suku Kurdi Selamatkan Irak dari Perpecahan
Rabu, 25 Juni 2014 9:36 WIB
Arbil, Irak, (Antara/Reuters) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada Selasa (24/6) mendesak para pemimpin Wilayah Otonomi Kurdi Irak agar mendukung Baghdad dalam menghadapi gerakan gerilyawan Sunni, yang mengancam bisa membubarkan negeri itu.
Pasukan keamanan Irak pada Selasa terlibat bentrokan dengan faksi bersenjata dalam memperebutkan kekuasaan atas kilang minyak terbesar di negeri itu dan gerilyawan melancarkan serangan terhadap salah satu pangkalan udara terbesarnya kurang dari 100 kilometer dari Ibu Kota Irak, Baghdad.
Lebih dari 1.000 orang, terutama warga sipil, telah tewas dalam waktu kurang dari tiga pekan, kata PBB pada Selasa. Badan dunia itu menyebut jumlah tersebut "sangat minim".
Jumlah tersebut meliputi prajurit pemerintah yang tak bersenjata yang diberondong senapan mesi di beberapa kuburan massal oleh gerilyawan, serta beberapa peristiwa yang dilaporkan mengenai tahanan yang tewas di sel mereka oleh pasukan pemerintah yang mundur.
Kerry terbang ke wilayah Kurdi dalam perjalanan ke Timur Tengah untuk menyelamatkan Irak, setelah gerak mengejutkan petempur Sunni yang dipimpin oleh Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL).
Para pejabat AS percaya bahwa membujuk suku Kurdi untuk berpegang pada proses politik di Baghdad adalah penting untuk menjadi Israel terpecah-belah, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.
"Jika mereka memutuskan untuk mundur dari proses politik Baghdad, itu akan mempercepat banyak kecenderungan negatif," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang berbicara kepada wartawan tapi tak ingin jatidirinya diidentifikasi.
Para pemimpin Kurdi telah menjelaskan bahwa penyelesaian untuk mempertahankan persatuan Irak sebagai negara sekarang terancam.
"Kami menghadapi kenyataan baru dan Irak yang baru," kata Presiden Kurdi Massoud Barzani pada awal pertemuan dengan Kerry. Sebelumnya, ia menyalahkan "kebijakan keliru" Perdana Menteri Nuri Al-Maliki sebagai penyebab kerusuhan dan menyeru dia agar mundur. Barzani mengatakan "sangat sulit" untuk membayangkan Irak tetap bersatu.
Kerry memberitahu Barzani bahwa Irak perlu tetap bersatu, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang merujuk kepada komentar pemimpin Kurdi itu mengenai menunggu negara merdeka. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018