AS Desak Myanmar Persilakan Rakyat Pilih Presiden
Selasa, 17 Juni 2014 10:50 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat mendesak Myanmar, Senin, untuk memungkinkan rakyatnya bebas memilih presiden berikutnya di tengah perselisihan mengenai hukum yang akan melarang pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dari mencalonkan diri sebagai calon presiden.
Sejak Suu Kyi menjadi anggota parlemen dua tahun lalu, mantan tahanan politik yang berubah menjadi politisi itu telah berkampanye untuk mengubah konstitusi susunan militer yang secara efektif melarang dia menjadi presiden negara Asia Tenggara.
Dia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung kampanyenya dan membantu mempersiapkan apa yang dia sebut "satu tempat bermain yang adil" untuk pemilu presiden 2015.
Suu Kyi tampil Senin memenangkan dukungan implisit untuk dirinya dari Amerika Serikat.
"Kami percaya reformasi konstitusi harus membuka jalan bagi Burma untuk bebas memilih presiden mereka dalam pemilu 2015, yang bebas dan adil," kata Departemen Luar Negeri, mengacu pada negara dengan nama lainnya.
"Mengaktifkan rakyat Burma untuk bebas memilih siapa yang mereka inginkan untuk memimpin mereka selama fase kritis berikutnya, akan membantu untuk memastikan stabilitas di negara saat demokrasi terus berlanjut," kata Departemen Luar Negeri dalam satu pernyataan.
Konstitusi Myanmar 2008 melarang siapa saja yang berpasangan atau memiliki anak dari warga luar negeri memimpin negara - klausul luas diyakini ditargetkan pada pemenang Nobel, yang dua anak laki-lakinya adalah warga negara Inggris.
Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya akan melanjutkan diskusi-diskusi dengan Pemerintah Myanmar dan "para pemangku kepentingan penting saat mereka bekerja untuk mengembangkan
rekomendasi akhir tentang perubahan konstitusi." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018