Beirut, (Antara/AFP) - Pertempuran berkobar di Suriah timur, sementara kelompok garis keras, yang berpusat di Irak, mendorong usaha baru membentuk negara Islam di perbatasan itu, kata kelompok pemantau, Selasa. Sejak kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) melancarkan serangan baru di Provinsi Deir Ezzor 40 hari lalu, 634 orang, sebagian besar petempur, tewas, kata Observatorim Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR). Pada saat sama, 130.000 orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka, dengan 39 warga sipil tewas akibat kena tembak dalam pertempuran itu. SOHR yang berpangkalan di Inggris itu mengatakan 354 orang dari mereka yang tewas itu adalah anggota Front Al-Nusra --cabang resmi Al Qaida di Suriah-- dan bersekutu dengan kelompok-kelompok pemberontak. Selai itu, 241 anggota ISIL tewas. Kelompok itu pada awalnya disambut baik oleh sejumlah pemberontak Suriah, tetapi kemudian marah pada pada kelonmpok itu karena penyiksaan yang sistematik dan berusaha bagi hegemoni. Bahkan Al-Nusra berbalik melawan ISIL, setelah pemimpinnya di Irak, Abu Bakr al-Baghdadi, berusaha mengambil alih kelompok itu. Perang oleh kelompok-kelompok pemberontak dan Al-Nusra terhadap ISIL menewaskan lebih dari 6.000 orang sejak dimulai awal Januari, kata Observatorium itu. Perang Suriah menewaskan lebih dari 162.000 orang dan memaksa hampir separuh penduduk negara itu meninggalkan rumah-rumah mereka. (*/jno)