Pengamat: Pengunduran Diri Andi Mallarangeng Terlambat
Jumat, 7 Desember 2012 13:43 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Pengamat politik Siti Zuhro menilai pengunduran diri Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat merupakan langkah yang terlambat.
"Seharusnya dia mundur sejak (mantan Sesmenpora) Wafid Muharam ditahan," kata Siti Zuhro yang juga peneliti senior Pusat Penelitian Politik-LIPI itu di Jakarta, Jumat.
Jika pengunduran diri Andi Mallarangeng dari jabatannya sebagai Menpora dilakukan saat itu, hal tersebut menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin kementerian.
Pada Jumat pagi, Andi Mallarangeng menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Menpora karena tidak ingin menjadi beban bagi Presiden dan kabinet terkait kasus hukum yang menimpanya.
Andi mengaku akan berkonsentrasi penuh terhadap proses hukum yang membelitnya terkait dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga Hambalang Tahun Anggaran 2010-2011.
Pada Kamis (6/12), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat kepada Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM No 4569/01/23/12/2012 terkait pencekalan terhadap tiga orang, Andi Alfian Mallarangeng, Andi Zulkarnaen Mallarangeng, dan M Arief Taufiqurahman.
Pencekalan tersebut dilakukan guna kepentingan penyidikan kasus Hambalang.
Andi Mallarangeng dinyatakan KPK sebagai tersangka selaku Menpora atau pengguna anggaran di Kemenpora, sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Kasus dugaan korupsi di proyek Hambalang pertama kali dibeberkan oleh mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Proyek tersebut menelan anggaran hingga mencapai Rp1,5 triliun.
KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi tersebut sejak Agustus 2011, dan baru menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan pada Juli 2012, dengan menetapkan seorang tersangka yakni Kepala Biro Keuangan Kemenpora Dedy Kusdinar. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satryo Soemantri Brodjonegoro undur diri dari jabatan Mendiktisaintek
19 February 2025 16:12 WIB, 2025
Babah Alun ke kantor DPP Golkar untuk serahkan surat pengunduran diri
12 August 2024 10:48 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018