Turki Cabut Blokir Akses Youtube
Rabu, 4 Juni 2014 7:28 WIB
Ankara, (Antara/Reuters) - Regulator telekomunikasi Turki mencabut perintah resmi pemblokiran akses ke YouTube pada Selasa setelah mahkamah konstitusi negara tersebut pekan lalu memutuskan bahwa larangan itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia.
Laman berbagi video tersebut bisa diakses kembali di Turki pada Selasa malam, kata pejabat pada kantor Perdana Menteri Tayyip Erdogan kepada Reuters.
"Karena putusan Mahkamah Konstitusional diterima hari ini, akses YouTube akan kembali dibuka hari ini," katanya.
Pemblokiran akses ke YouTube dan Twitter diberlakukan setelah munculnya rekaman suara, yang seolah-olah mengungkap korupsi di lingkaran dalam Erdogan, dibocorkan melalui laman tersebut.
Pemblokiran akses Twitter telah dicabut pada April.
Pelarangan YouTube diberlakukan pada 27 Maret menjelang pemilihan umum, setelah rekaman suara pejabat tinggi keamanan yang mendiskusikan kemungkinan intervensi militer ke Suriah bocor.
Erdogan mengecam munculnya rekaman suara tersebut, yang diikuti kemudian oleh serangkaian bocoran hasil penyadapan, dan menyebutnya sebagai tindakan pengkhianatan. Ia bangkit dari pemilu pada 30 Maret dengan popularitas yang nyaris tidak goyah.
Pengadilan tertinggi Turki menerima aduan yang diajukan individu-individu yang menentang pelarangan tersebut, dan pekan lalu memutuskan bahwa pemblokiran tersebut merupakan pelanggaran hak kebebasan berbicara.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018