Pemimpin Farc Menentang Terhadap Perdagangan Narkoba
Selasa, 3 Juni 2014 7:13 WIB
Bogota, (Antara/AFP) - Kepala pemberontak FARC Kolombia, yang lama diyakini mendanai kegiatan gerilya melalui perdagangan narkoba, Senin mengatakan bahwa ia menentang perdagangan itu sebagai "kontra-revolusioner."
Timoleon Jimenez, yang dikenal dengan julukannya "Timochenko," mengatakan dalam satu wawancara yang disiarkan di Internet bahwa pada intinya FARC menentang perdagangan obat, "karena telah membunuh banyak dari rekan-rekan kami."
Jimenez, kepala komandan Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia,
menambahkan dalam wawancara, bahwa perdagangan narkoba "telah menperlambat pembangunan dan melakukan banyak kerugian," terutama karena "sejumlah besar pemuda" telah tewas dalam perdagangan narkoba.
Pemimpin pemberontak membuat pernyataan itu pada saat pemerintah Kolombia dan kelompok gerilyawan siap untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian di Kuba, Selasa, yang bertujuan untuk mengakhiri
setengah abad konflik bersenjata di negara itu.
Ini akan menjadi sesi pertama mereka sejak Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menempatkan peringkat kedua penentangan sengit terhadap perundingan perdamaian, Oscar Ivan Zuluaga, dalam pemilihan presiden putaran pertama 25 Mei.
Jajak pendapat menunjukkan keduanya saling berhadapan saat mereka menuju ke putaran kedua pemilihan presiden 15 Juni.
Perundingan-perundingan Havana dimulai pada November 2012 dan telah menghasilkan perjanjian-perjanjian parsial mengenai istilah untuk reintegrasi politik FARC, pembangunan pedesaan dan perdagangan narkoba.
Tetapi setidaknya ada tiga isu utama yang belum terpecahkan, yakni penyerahan senjata, kompensasi bagi korban konflik, dan apakah kesepakatan perdamaian akan diratifikasi oleh referendum nasional atau dengan cara lain. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018