Lebanon Mulai Batasi Arus Pengungsi Suriah
Selasa, 3 Juni 2014 7:12 WIB
Beirut, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu komite menteri Lebanon yang dipimpin oleh Perdana Menteri Tammam Salam pada Senin (2/6) mensahkan rencana empat-langkah untuk menghadapi krisis pengungsi Suriah, yang terus berkembang, di negeri itu dan membatasi arus pengungsi ke dalam wilayah Lebanon.
Menteri Urusan Sosial Rachid Derbas mengatakan komite tersebut telah mempelajari berbagai cara guna membatasi jumlah orang Suriah yang kehilangan tempat tinggi di negerinya. Ia merinci bagaimana orang Suriah yang kehilangan tempat tinggal dan memasuki Lebanon mesti diserahkan ke stasiun militer di dekat perbatasan Lebanon.
Ia menambahkan status semua pengungsi Suriah yang berusaha memasuki Lebanon lagi setelah kembali ke Suriah mesti dicabut.
Menteri itu mengatakan Lebanon akan mengkaji tindakan lebih lanjut mengenai cara menangani orang Suriah yang kehilangan tempat tinggal dan sudah tinggal di Lebanon dan mereka "yang secara tidak sah memegang status pengungsi", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Keputusan akhir ialah menyediakan kondisi yang layak buat mendirikan kamp yang terjamin di dalam wilayah Suriah atau di daerah terpencil di perbatasan Lebanon-Suriah.
Menurut Derbas, rencana itu diluncurkan pada Ahad (1/6) dan sudah melaksanakan beberapa keputusan komite tersebut, "terutama pencabutan status pengungsi dari orang Suriah yang kehilangan tempat tinggal dan pulang ke Suriah".
PBB telah menyatakan Lebanon sekarang menampung lebih dari satu juta pengungsi Suriah, dengan penambahan sebanyak 44.000 orang pada Mei.
Lebanon menghadapi tekanan keamanan dan ekonomi yang sangat besar akibat banyaknya arus pengungsi Suriah. Bank Dunia telah memperkirakan kerugian langsung yang diderita Lebanon akibat krisis Suriah berjumlah sebanyak 7,5 miliar dolar AS. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018