Padang, (AntaraSumbar) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping di Padangpariaman melaporkan kabut asap yang menyelimuti daerah itu kian pekat sehingga jarak pandang semakin pendek.
"Pantauan pada Kamis pagi jarak pandang hanya 1.500 meter sampai 1.800 meter," kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Budi Samiadji di Padang, Kamis.
Menurut dia, dibandingkan hari sebelumnya saat ini kondisinya semakin buruk dan bertambah parah karena kepekatan yang terus bertambah.
"Sumber asap berasal dari wilayah selatan Sumatera dan baru dapat hilang jika sudah turun hujan pada sumber panas," ujar dia.
Selain itu di Sumbar saat ini terdeteksi ada empat titip panas terdiri atas tiga titik di Kabupaten Dharmasraya dan satu titik di Kabupaten Solok Selatan.
Ia mengatakan harus ada solusi tegas dari pemerintah agar kabut asap dapat diatasi dan tidak terulang lagi.
Budi mengatakan pihaknya segera mengirim surat kepada pemerintah daerah untuk melaporkan kondisi yang ada agar segera diambil langkah-langkah antisipasi.
Terkait aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau ia mengatakan saat ini masih aman karena jarak pandang minimal adalah 1.000 meter.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Rumainur minta masyarakat waspada jika kepekatan kabut asap meningkat.
Salah seorang warga Padang Yudi mengatakan kabut asap yang terjadi semakin pekat dibandingkan sebelumnya sehingga ia memilih memakai masker saat berkendara.
"Jika berkendaraan tidak pakai pelindung mata terasa perih dan kerongkongan juga kering," ujar dia. (*)
