Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat Angkat 271 Bidan Jorong

Selasa, 11 Maret 2014 10:40 WIB
Image Print

Simpang Ampek, Sumbar, (Antara) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengangkat sekitar 271 orang bidan yang di tempatkan di 212 kejorongan (kelurahan) di daerah itu. "Program ini adalah program prioritas kami selama 2014 ini dengan tujuan untuk mengurangi resiko kematian ibu dan anak. Para bidan diangkat sebagai tenaga kontrak yang ditempatkan di semua kejorongan," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Lazwardi di Simpang Ampek, Selasa. Ia mengatakan dibandingkan tahun 2013 lalu jumlah bidan hanya 180 orang dan saat ini dinaikkan menjadi 271 orang. Mereka harus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di daerahnya masing-masing. Ia menyebutkan penempatan bidan di kejorongan bertujuan agar bisa memberikan pelayanan yang cepat dan maksimal kepada ibu hamil dan ibu menyusui. "Kami menginginkan 65 orang jumlah kematian bayi dari 8.000 kelahiran pada 2013 dan lima orang kematian ibu harus bisa ditekan," katanya. Ia menegaskan jika ditemukan bidan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik atau nakal maka akan diberikan sanksi tegas. "Bidan tersebut tidak boleh meninggalkan wilayahnya tanpa ada persetujuan dari atasan dan keperluan penting. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," tegasnya. Ia menjelaskan jika ada masyarakat yang mengeluh tentang perlakukan bidan di tengah masyarakat tidak maksimal. Diharapkan agar segera melaporkannya ke Dinas Kesehatan agar ditindak tegas, bila perlu dicopot dari jabatannya. "Kami akan terbuka menerima laporan masyarakat. Jika terbukti maka akan diberikan sanksi," tegasnya. Ia mengharapkan ke depannya tidak akan ada lagi bidan yang menetapkan biaya melahirkan, karena sudah ada anggaran jasanya Rp650 ribu dari pemerintah. "Kami tidak main-main terhadap persoalan ini, kalau masih ada bidan nakal akan disanksi karena akan merusak program yang baik ini," katanya. Seorang warga setempat, Kadir (50) mengatakan setuju jika jumlah bidan terus bertambah di daerahnya, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih maksimal lagi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026