Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat ingatkan pengunjung wisata pantai patuhi aturan

Senin, 23 Maret 2026 14:42 WIB
Image Print
Panitia pentas seni atau pesta pantai Pohon Seribu Kecamatan Sasak Ranah Pasisia saat memasang spanduk larangan mandi dan berenang selama libur Lebaran 1447 Hijriah. ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengingatkan pengunjung di lokasi pantai agar mematuhi larangan untuk tidak berenang dan mandi-mandi di pantai dan sungai yang ada karena sangat berbahaya bagi keselamatan.

"Spanduk telah dibuat dan dipasang oleh pihak nagari (desa) dan panitia penyelenggara pentas seni atau pesta pantai selama libur Lebaran 1447 Hijriah," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya spanduk larangan telah dipasang di berbagai titik dekat pantai dan sungai mulai dari Pohon Seribu Sasak, Muaro Sasak, Pantai Sikabau dan Pantai Air Bangis.

Pihaknya tidak menginginkan terjadi kecelakaan anak hanyut saat berenang di pantai saat Lebaran.

Jika dibiarkan anak-anak dan berenang di pantai maka tidak akan bisa diawasi oleh orang tua karena pengunjung sangat ramai.

Selain itu, mandi dan berenang di sungai dekat muara juga sangat berbahaya karena hewan buaya selalu mengintai.

Dia mengatakan hari ketiga Lebaran ini kunjungan ke objek wisata pantai sangat ramai dibandingkan hari biasanya.

"Pengunjung pada umumnya berasal dari warga lokal Pasaman Barat dan Sumbar. Selain itu juga banyaknya perantau yang pulang kampung," sebutnya.

Di momen libur Lebaran 1447 Hijriah ini, kegiatan pentas seni atau pesta pantai dilaksanakan di tiga lokasi yakni di Pohon Seribu Sasak, Muaro Sasak dan Pantai Sikabau.

"Diperkirakan puncak kunjungan akan terjadi pada Selasa (24/3) karena pada Rabu (25/3) masyarakat sudah banyak yang masuk kerja," sebutnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026