
Pemkab Pasaman Barat tingkatkan gerakan pangan murah ke masyarakat

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat meningkatkan gerakan pangan murah ke masyarakat dalam upaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga.
"Empat bulan terakhir selama 2026 ini sudah 38 kali gerakan pangan murah kita adakan. Kedepannya akan kita lakukan 44 kali lagi dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT), " kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Sabtu.
Menurutnya gerakan pangan murah yang telah dilakukan sangat membantu masyarakat memperoleh sejumlah pangan dengan harga yang murah dibandingkan harga pasaran.
Harapan pangan murah yang diadakan itu bekerja sama dengan Perum Bulog dan Kios Partisipasi dalam menyediakan pangan murah bagi masyarakat.
Menurutnya gerakan pangan murah merupakan salah satu upaya nyata dan bentuk kepedulian Pemkab Pasaman Barat dalam membantu masyarakat khususnya dalam menghadapi harga pangan yang terus berfluktuasi.
Dia menyadari kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah dinamika harga pangan yang tidak menentu, gerakan pangan murah menjadi solusi nyata untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Dalam gerakan pangan murah di nagari (desa) pihaknya menyediakan beras, gula pasir, minyak goreng, cabai, bawang dan telur.
"Harga masing-masing jenis pangan itu lebih murah dari harga pasaran sekitar Rp3.000 sampai Rp5 000 per kilogram," katanya.
Pihaknya selain berkolaborasi dengan Perum Bulog, juga langsung membeli sejumlah komoditi pangan ke petani sehingga harganya diperoleh dengan murah tanpa perantara.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
