Logo Header Antaranews Sumbar

Harimau muncul diberbagai lokasi di Agam masuk kandang jebak BKSDA (Video)

Jumat, 22 Mei 2026 10:37 WIB
Image Print
Harimau sumatra sedang berada di dalam kandang jebak milik BKSDA Sumbar di Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/2026). ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Satu individu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang sempat muncul di beberapa kecamatan di Kabupaten Agam, masuk dalam kandang jebak milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Jumat dini hari.

"Benar satu individu harimau sumatra masuk kandang jebak di Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5) sekitar pukul 02.30 WIB," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Jumat.

Ia mengatakan harimau masuk kandang jebak yang dipasang petugas BKSDA Sumbar bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) dan masyarakat semenjak Rabu (20/5).

Harimau diketahui masuk dalam kandang jebak pada Jumat (22/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu, tambahnya petugas BKSDA Sumbar bersama Pagari dan warga melihat kandang jebak dan selama dalam perjalanan banyak ditemukan jejak kaki satwa dilindungi itu.

"Sesampai kami di kandang jebak, pintu sudah tertutup dan ada satu individu harimau di dalam kandang dengan usia dibawah dua tahun," katanya.

Dari hasil kamera treap atau jebak, harimau masuk dalam kandang jebak pada Jumat (22/5) sekitar pukul 02.30 WIB.

Petugas BKSDA Sumbar sedang menyiapkan proses evakuasi dan rencana dibawa ke tempat perawatan satwa.

"Kita sedang menyiapkan proses evakuasi satwa harimau dan bakal kita bawa ke tempat perawatan," katanya.

Ia mengakui harimau yang masuk kandang jebak ini merupakan yang beberapa kali muncul di Kecamatan Palembayan, Matur dan Palupuh.

Harimau sempat ketemu dengan masyarakat saat berada di sawah dan kebun mereka.

"Kita sudah melakukan penanganan beberapa kali dan evakuasi ini merupakan opsi terakhir agar satwa selamat dan masyarakat aman," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026