Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam masih kekurangan 3,5 hektare lahan pembangunan huntap

Sabtu, 25 April 2026 13:44 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam Rinaldi. ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat masih kekurangan sebanyak 3,5 hektare lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025.

"Masih kurang 3,5 hektare untuk pembangunan hunian tetap," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia mengatakan Pemkab Agam saat ini sedang mencari lokasi untuk memenuhi kekurangan lahan seluas 3,5 hektare.

Saat ini ada dua lokasi alternatif yakni, lokasi hunian sementara Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan bekas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari di Kecamatan Lubuk Basung.

Setelah itu melakukan pengadaan lahan untuk kekurangan tersebut.

"Kita berusaha semaksimal mungkin agar kekurangan tersebut bisa mencukupi," katanya

Ia menambahkan kebutuhan lahan pembangunan 699 unit rumah seluas10 hektare untuk pembangunan hunian tetap bagi korban yang memilih relokasi kolektif.

Dari kebutuhan 10 hektare tersebut, tambahnya baru tersedia 6,5 hektare di tiga lokasi yakni, Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dengan luas efektif 4,5 hektare.

Setelah itu lahan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan dengan luas 1,1 hektare dan Padang Tarok, Nagari Selareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan dengan luas satu hektare.

"Tiga lokasi ini sudah siap dibangun hunian tetap bagi korban bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026