Logo Header Antaranews Sumbar

Akademisi UNAND: Penggunaan probiotik bisa tingkatkan ketahanan pangan

Senin, 27 April 2026 17:22 WIB
Image Print
Akademisi Fakultas Peternakan Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat Prof Sri Melia. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Akademisi Fakultas Peternakan Universitas Andalas (UNAND), Padang, Sumatera Barat Prof Sri Melia mengemukakan pemanfaatan pangan fungsional khususnya probiotik mampu memberikan manfaat kesehatan tambahan sekaligus berpotensi meningkatkan ketahanan pangan global.

"Ketahanan pangan global dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan probiotik yang memberikan manfaat kesehatan seperti memperkuat imunitas, menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mencegah penyakit," kata dia di Padang, Senin.

Prof Sri telah meneliti sejumlah sumber probiotik yang berasal dari sumber daya lokal di antaranya dadih, madu kelulut, pekasam, susu kerbau, susu sapi dan susu kambing.

Menurutnya, produk olahan dari sumber hayati khususnya hasil ternak menjadi media yang ideal bagi aplikasi probiotik. Namun, diperlukan inovasi formulasi serta teknologi enkapsulasi untuk menjaga viabilitasnya sehingga manfaat fungsional tetap optimal.

Lebih jauh, ia menjelaskan terdapat berbagai teknik mikroenkapsulasi yang terbukti efektif mempertahankan viabilitas probiotik selama pengolahan dan penyimpanan. Hal itu termasuk penggunaan maltodekstrin, whey protein isolat, alginat dan tepung bengkuang yang sekaligus mampu meningkatkan ketahanan terhadap kondisi asam lambung dan garam empedu.

"Jadi pengembangan probiotik berbasis teknologi mikroenkapsulasi tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen, namun juga berperan dalam mendukung sistem pangan yang inovatif, berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, pengaplikasian probiotik pada susu fermentasi, es krim serta produk inovatif lain tidak hanya memenuhi standar jumlah koloni probiotik yang disyaratkan, melainkan juga memberikan manfaat kesehatan di antaranya peningkatan imunitas, penurunan kolesterol, perlindungan usus dan potensi sebagai agen antibakteri topikal.

Dalam konteks nasional, ia menegaskan pengembangan probiotik pada dasarnya relevan dengan program pemerintah yakni makan bergizi gratis (MBG). Sebab, probiotik berpotensi menyediakan pangan bergizi sekaligus fungsional bagi masyarakat terutama penerima manfaat.

"Pemanfaatan bahan lokal dan inovasi teknologi juga memperkuat kemandirian pangan serta mendukung peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan," kata dia.



Pewarta:
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026