
Pemkab Pasaman Barat tetapkan 7.275 hektare LP2B jaga alih fungsi lahan

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyiapkan dan menetapkan 7.265 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang tidak bisa dialihfungsikan ke penggunaan lain dalam upaya menjaga ketahanan pangan di daerah itu.
"Terjadi peningkatan jumlah LP2B di Pasaman Barat yang sebelumnya hanya 7.190 hektare," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Senin.
Menurutnya sesuai arahan pemerintah pusat dalam rangka swasembada pangan salah satunya adalah menjaga lahan sawah agar tidak alih fungsikan ke lahan lain.
"Kita di daerah juga harus sejalan dalam menjaga stabilisasi pangan,"ujarnya.
Pihaknya berharap lahan pertanian yang masuk dalam LP2B itu nantinya bisa lestari, optimal dan bisa dilindungi.
"Lahan pertanian yang masuk dalam LP2B tidak boleh dialihfungsikan, lahan itu tersebar di sejumlah kecamatan yang ada," ujarnya.
Lahan yang masuk LP2B itu juga menggandeng kelompok tani yang sepakat untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertaniannya.
Selain itu, pihaknya terus melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi dalam upaya meningkatkan produksi padi selama 2026.
"Upaya terus kita lakukan untuk mencapai target produksi 85.588 ton selama 2026. Pada awal 2026 ini sudah tercapai 20.245 ton," katanya.
Menurut dia, bencana banjir pada akhir November 2025 lalu menyebabkan 1.005 hektare lahan pertanian terdampak dan puluhan hektare lahan padi sawah rusak.
"Bantuan dari pemerintah pusat juga telah kita terima untuk memperbaiki sarana pertanian yang ada," ujarnya.
Untuk mencapai target produksi itu, Afdal mengatakan dinas terkait akan melakukan sejumlah upaya baik intensifikasi maupun ekstensifikasi.
Upaya intensifikasi yang dilakukan, dengan optimalisasi lahan yang ada yakni memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.
"Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam sampai dua kali dan tiga kali setahun," katanya.
Selain itu juga memberikan sosialisasi mengenai pemilihan benih unggul, pemupukan dan penggunaan alat pertanian yang meminimalkan modal.
Selanjutnya upaya ekstensifikasi, katanya, berfokus pada perluasan sumber daya yang ada berupa perluasan sawah yang ada.
Ia menyebutkan daerah sentra padi di Pasaman Barat terletak di Kecamatan Talamau, Kinali, Ranah Batahan dan Gunung Tuleh.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
