Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Padang Pariaman bangun 7,9 kilometer jalan dalam satu tahun terakhir

Selasa, 3 Maret 2026 17:40 WIB
Image Print
Bupati Padang Pariaman Sumbar John Kenedy Azis (kiri) bersama Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat (kanan) saat pelaksanaan peringatan Satu Tahun Kepemimpinan di Pariaman, Senin. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman 

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman Sumatera Barat mencatat dalam satu tahun terakhir pihaknya telah membangun jalan sepanjang 7,9 kilometer meskipun daerah itu mengalami keterbatasan anggaran akibat efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat.

"Walaupun di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap berusaha menjaga agar pembangunan terus berjalan. Pemerintah daerah tidak berhenti bekerja untuk kepentingan masyarakat,” kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Selasa.

Ia menyebutkan jalan yang dibangun tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Padang Pariaman di antaranya di IV Koto Aur Malintang, Sungai Garinggiang, dan Ulakan Tapakis.

Ia menyampaikan dalam upaya pembangunan jalan di tengah efisiensi anggaran tersebut Pemkab memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat sehingga infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat itu bisa direalisasikan.

Oleh karena itu, lanjutnya Pemkab Padang Pariaman dalam setahun terakhir tidak saja membangun jalan namun juga bisa memperbaiki jalan sepanjang 1,1 kilometer di Kecamatan Enam Lingkung.

Kemudian pada 2025 Pemkab Padang Pariaman juga membangun dua unit jembatan yaitu di Padang Maduang, Kecamatan IV Aur Malintang dan Kampung Tanjung, Kecamatan Patamuan serta merehab satu unit jembatan di Tanjung Basung, Batang Anai.

John mengatakan pada 2025 diawal dirinya bersama Rahmat Hidayat memimpin Padang Pariaman langsung dihadapkan dengan kebijakan efisiensi anggaran melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

Akibat efisiensi tersebut dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Padang Pariaman dipotong hingga Rp97 miliar.

Kondisi tersebut, lanjutnya tentu berdampak pada ruang fiskal daerah dan memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian besar dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.

Selanjutnya pada 2026 TKD Padang Pariaman kembali dipotong sebesar Rp57 miliar sehingga total pemotongan mencapai 147 miliar rupiah.

"Kami tidak menyerah. Di tengah keterbatasan, kita memilih untuk tetap bergerak," tambahnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026