Logo Header Antaranews Sumbar

Pedagang perlengkapan "balimau" raup rupiah jelang Ramadhan

Selasa, 17 Februari 2026 15:10 WIB
Image Print
Yusnani melayani pembeli perlengkapan balimau di Pasar Maninjau Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa, (17/2/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kabupaten Agam (ANTARA) - Pedagang perlengkapan tradisi "balimau" di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat meraup pundi-pundi rupiah menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

"Berjualan perlengkapan balimau ini rutin kami lakukan beberapa hari menjelang Ramadhan," kata salah seorang pedagang perlengkapan balimau, Yusnani (83), di Pasar Maninjau, Kabupaten Agam, Selasa.

Balimau merupakan sebuah tradisi yang hidup dan hingga kini terus dilestarikan masyarakat Minangkabau setiap menyambut bulan Suci Ramadhan. Tradisi ini bertujuan untuk menyucikan diri menggunakan berbagai bahan-bahan alami.

Satu bungkus perlengkapan balimau yang berisikan jeruk nipis, jeruk purut, daun pandan, bunga mawar, bunga kenanga, daun nilam hingga air mawar. Umumnya, perlengkapan itu digunakan masyarakat untuk menjalankan tradisi balimau.

"Selain untuk tradisi balimau, perlengkapan ini juga digunakan masyarakat untuk berziarah ke makam kerabat mereka yang sudah meninggal," ujar Yusnani.

Yusnani sendiri sudah berjualan perlengkapan balimau selama 30 tahun di Pasar Maninjau. Pekerjaan ini ia tekuni untuk menghidupi ketiga anaknya. Satu bungkus perlengkapan balimau dijual dengan harga Rp5.000.

Ia mengatakan menjual perlengkapan balimau hanya ia lakukan menjelang masuknya bulan puasa atau bersifat musiman. Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu tiga anak tersebut berdagang ikan, sayur-sayuran, nangka dan lain sebagainya.

Sementara itu, salah seorang pembeli Rukmini mengatakan sengaja datang ke Pasar Maninjau untuk membeli perlengkapan balimau dan berbagai kebutuhan harian menjelang bulan puasa.

"Umumnya masyarakat di Danau Maninjau ini selalu melakukan tradisi balimau menjelang Ramadhan," kata dia.

Baginya, tradisi balimau sudah menjadi bagian dari kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Meskipun tidak ada keharusan, namun masyarakat menyakini tradisi ini bagian dari menyucikan diri sebelum Ramadhan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026