
Anggota DPRD Padang Pariaman kunker ke Yogyakarta saat daerah pemulihan pascabencana

Parik Malintang (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) Aprinaldi mengatakan kunjungan kerja (kunker) sejumlah anggota legislatif yang dipimpinnya itu ke Yogyakarta dilakukan karena daerah itu telah masuk tahapan pemulihan pascabencana.
"Yang pergi itu Komisi I dan IV, tapi yang pergi tidak semua hanya beberapa," kata Aprinaldi saat dikonfirmasi dari Sungai Garinggiang, Rabu malam.
Ia mengatakan anggota DPRD Padang Pariaman yang pergi kunker tersebut selama cuaca ekstrem dan bencana berada di lapangan bersama masyarakat dan bahkan memberikan bantuan. Ia menyebutkan mereka telah berada di tengah masyarakat mulai dari 25 November sampai 1 Desember.
Mereka, lanjutnya berangkat setelah kondisi berada pada posisi tahapan pemulihan pascabencana namun tetap memantau kondisi daerah dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak.
"Kalau jembatan putus tentu mereka tidak bisa membangun," katanya.
Ia menyampaikan anggota DPRD yang berangkat tersebut pun berasal dari daerah pemilihan yang tidak terdampak besar oleh bencana.
"Anggota komisi yang tinggal masih banyak, apalagi mereka yang daerah pemilihannya berdampak," ujarnya.
Diketahui sejumlah anggota Komisi I dan IV DPRD Padang Pariaman melakukan kunker ke Sleman, Yogyakarta.
Namun kunjungan kerja tersebut menuai kritikan publik karena wakil rakyat tersebut pergi saat bencana masih menyisakan dampak besar bagi warga Sumbar, khususnya Padang Pariaman. Apalagi saat ini daerah ini memerlukan dana yang besar untuk memulihkan keadaan.
Akibat bencana tersebut setidaknya Padang Pariaman banyak mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor. Mulai dari jembatan rusak sebanyak 17 unit yang 4 unit diantaranya putus, hingga jalan rusak 16 ruas yang empat ruas di antaranya terban.
Kemudian irigasi sebanyak 24 unit rusak, 5 unit sekolah rusak, sembilan unit rumah ibadah rusak, 47 unit rumah warga rusak, 34 unit rumah hanyut dibawa banjir,
Selanjutnya, lahan pertanian yang terdampak yaitu lahan sawah 393,5 hektare dan jagung 116,25 hektare, serta 25 kelompok usaha perikanan terdampak karena tambaknya jebol dan terendam.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
