
RSUD Lubuk Basung Agam rawat 20 korban keracunan MBG sampai Kamis malam

Lubukbasung (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat masih merawat 20 korban diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) sampai Kamis (2/10) sekitar pukul 18.30 WIB.
"20 korban yang kita rawat ini merupakan siswa, guru dan balita," kata Direktur RSUD Lubuk Basung Riko Krisman di Lubuk Basung, Kamis
Ia mengatakan perubahan dan keluhan ke 20 korban tersebut sudah mulai berkurang dari kondisi semula.
Namun masih ada satu dan dua korban mengalami sakit perut, mual dan mencret, tetapi frekwensinya berkurang dari kondisi sebelumnya.
"Berkemungkinan korban sudah sembuh dan bisa pulang ke rumahnya pada Jumat (3/10)," katanya.
Ia mengakui RSUD Lubuk Basung merawat sebanyak 47 korban keracunan MBG selama dua hari pada 1-2 Oktober 2025.
Pada umumnya mereka mengalami sakit perut, mual, pusing dan lainnya. Setelah mendapatkan perawatan, 20 korban rawat jalan dan 27 orang dirawat di RSUD Lubuk Basung.
"Dari 27 orang itu, tujuh orang sudah sembuh dan pulang ke rumahnya," katanya.
Sebelumnya ada 113 korban mengalami keracunan usai menyantap nasi goreng program MBG di Nagari Kampung Tangah, Rabu (1/10) siang
Ke 113 korban itu merupakan siswa TK, SD, SMP, MTs, guru, orang tua dan lainnya yang tersebar di Nagari Kampung Tangah dan Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung.
Setelah itu korban dibawa pihak keluarga ke Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubuk Basung, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Rizki Bunda untuk perawatan.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
