Pemkot Bukittinggi sambut perantau dalam Wisata Adat Manyilau Kampuang

id Pemkot Bukittinggi ,Wisata Adat Manyilau Kampuang

Pemkot Bukittinggi sambut perantau dalam Wisata Adat Manyilau Kampuang

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias sambut perantau Kurai dari Riau. (ANTARA/AL FATAH)

​​​​​​​Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi menyambut ratusan perantau dari Nagari Kurai Limo Jorong yang berdomisili di Riau, dalam "Wisata Adat Manyilau Kampuang yang digagas Ikatan Keluarga Kurai Limo Jorong (IKKLJ) Riau".

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Minggu (7/9) mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu saranaoenyamnung silaturrahmi antara perantau dengan masyarakat Bukittinggi, termasuk pemerintah kota.

"Para perantau tentu juga memiliki kontribusi untuk memajukan kota dan masyarakat Bukittinggi," kata Wako.

Wako menegaskan pentingnya peran Niniak Mamak dan Datuak dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.

Menurutnya kegiatan "manyilau kampuang" tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkenalkan peran pemerintah kota. Ia menegaskan bahwa Bukittinggi memiliki sejarah penting sebagai kota perjuangan bangsa.

“Bukittinggi pernah menjadi ibukota sementara Indonesia dan juga ibukota Sumatra Barat. Hubungan Bukittinggi dengan Jakarta dan Yogyakarta tak bisa dipisahkan. Maka, kami memohon doa dan dukungan agar status Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan dapat diakui secara tertulis,” ujarnya.

Ketua pelaksana, Feri Harmen Dt. Rajo Alam, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat Kurai yang telah lama merantau ke daerah Riau.

Ia menekankan pentingnya mengenalkan kembali adat Kurai, khususnya bagi generasi muda yang lahir dan besar di perantauan.

"Ada banyak hal positif yang timbul dari kegiatan ini, salah satunya, mendata kembali sebagian Niniak Mamak beberapa suku di Nagari Kurai yang ada belum terdata, karena berada di perantauan," katanya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.