Logo Header Antaranews Sumbar

Kunjungan wisatawan menurun, pelaku wisata Ngarai Sianok berharap dukungan pemerintah

Senin, 5 Januari 2026 14:34 WIB
Image Print
Kawasan Ngarai Sianok Kota Bukittinggi mengalami sepi pengunjung sejak bencana hidrometeorologi terjadi di Sumatera Barat. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya berdampak kepada daerah terkena bencana, tapi juga dirasakan di daerah wisata Kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi.

‎"Dampaknya pengunjung tidak ada, tidak ada pemasukan, ‎puncaknya saat musim hujan yang berlangsung sejak 1,5 bulan belakang membuat tingkat kunjungan menurun," kata pelaku ekonomi Ngarai Sianok, Rahmat, Senin (5/1).

‎Ia menjelaskan biasanya saat hari libur akhir tahun atau akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, pengunjung sangat ramai.

‎"Sekarang beberapa wahana wisata yang ada di sekitar Ngarai Sianok ini seperti rental benen, mobil off-road, dan tracking ke Ngarai Kaluang tidak ada kunjungan wisatawan," ujarnya.

‎Rahmat juga menceritakan penurunan ini karena kondisi sungai yang keruh akibat runtuhnya tebing dan batang kayu.

‎"Ada juga Musala dan bangunan warung yang kini runtuh ke sungai karena hujan deras yang berlangsung di akhir tahun kemarin," kata pelaku wisata rental benen, River Tubing tersebut.

‎Ia berharap agar ada solusi dari pemerintah kepada pelaku wisata yang ada di sekitar Ngarai Sianok ini karena tidak ada pemasukan sebagai penyangga ekonomi keluarga.

"Semoga kawasan ini segera diperbaiki dan diperbaiki fasilitas yang rusak. Ngarai Sianok sudah jadi legenda wisata sejak dulu, jangan dibiarkan sepi," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026