Logo Header Antaranews Sumbar

Kopdes Merah Putih diharapkan jadi solusi bangkitkan ekonomi masyarakat nagari di Pasaman

Sabtu, 26 Juli 2025 16:47 WIB
Image Print
Koordinator TPP P3MD Kabupaten Pasaman, Muhammad Sjahbana Sjams dalam acara di salah satu nagari di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat baru-baru ini.ANTARA/Heri Sumarno

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Kehadiran 62 unit Koperasi Desa (Kopdes) diharapkan jadi solusi nyata untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di seluruh nagari di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Koordinator TPP P3MD Kabupaten Pasaman, Muhammad Sjahbana Sjams mengatakan Koperasi Desa Merah Putih mengandung potensi yang signifikan, terlebih jika dijalankan dengan pendekatan yang tepat dan mengakar.

"Kehadiran Kopdes Merah Putih ini diharapkan jadi solusi kongkrit bangkitkan ekonomi masyarakat di nagari. Apalagi daerah Pasaman yang merupakan daerah potensial sektor pertanian dan perikanan," terang Koordinator TPP P3MD Kabupaten Pasaman, Muhammad Sjahbana Sjams, Sabtu.

Menurutnya bagi masyarakat nagari, koperasi yang berkolaborasi dengan BUMNag dapat menjadi solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat.

"Sektor usaha masyarakat dari hulu-hilir akan terdampak siginifikan. Sebagai contoh sektor pengelolaan hasil pertanian yang selama ini dikelola secara biasa, bisa langsung digarap oleh koperasi hingga memiliki nilai jual yang tinggi. Baik coklat, kopi, padi, dan hasil pertanian lainnya," tambahnya.

Disamping itu kata dia, sektor perikanan air tawar juga bisa dimanfaatkan oleh koperasi merah putih mulai akses permodalan hingga penjualan sesuai potensi di nagari.

"Pasaman sangat potensial untuk sektor ini. Tinggal bagaimana manjemen yang baik dibangun oleh pengurus di nagari. Karena pemerintah juga berharap lahir kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan yang kuat di tingkat nagari, sekaligus mempersempit jurang kemiskinan yang telah lama mengakar," katanya.

Pemerintah kata dia membentuk Koperasi Merah Putih untuk menargetkan dapat menggerakan ekonomi dari akar rumput sesuai potensi-potensi yang ada di masing-masing nagari.

"Program ini bukan sekadar proyek administratif, melainkan strategi jangka panjang untuk membangkitkan potensi ekonomi lokal. Melalui koperasi, pemerintah ingin menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi nagari (desa)," tambahnya.

Salah satu harapan terbesar dari program ini kata dia ketika koperasi dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keanggotaan yang aktif.

"Koperasi dapat menjadi lembaga keuangan mikro yang jauh lebih ramah terhadap kebutuhan warga desa, terutama petani, nelayan, dan pelaku UMKM kecil," katanya.

Saat ini kata dia Kopdes Merah Putih di Kabupaten Pasaman sudah 100 persen berbadan hukum sebagai program nasional dari Bapak Presiden Prabowo Subianto.

"Saat ini sektor usaha yang digarap oleh pengurus Kopdes di Pasaman dari delapan gerai yang diatur dalam Juknis Kemenkop, rata-rata usahanya fokus pada gerai sembako, dan simpan pinjam. Ini tentu sesuai hasil keputusan Musyawarah Khusus (Musna) yang dilakukan di nagari," katanya.

Sementara Ketua Forwana Kabupaten Pasaman Antoni S mengatakan pemetaan segmentasi usaha yang dikelola Kopdes Merah Putih saat ini sesuai potensi yang ada di masing-masing nagari.

"Seluruh sektor sesuai potensi yang ada di nagari. Kita berkomitmen dengan adanya koperasi ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dalam pengembangan usahanya. Khususnya tentu dapat mensejahterakan anggota dan masyarakat untung," kata Antonis S yang juga Wali Nagari Lansek Kodok, Kecamatan Rao Selatan.

Pihak nagari kata dia akan melakukan pengawasan yang ketat agar koperasi ini bisa berjalan sesuai harapan dan target pemerintah.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026