Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman akan kembangkan pendidikan inklusif di empat PAUD

Selasa, 27 Mei 2025 15:37 WIB
Image Print
Wali Kota Pariaman, Sumbar Yota Balad. Antara/HO-Diskominfo Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat akan mengembangkan pendidikan inklusif di empat pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah itu guna memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak termasuk berkebutuhan khusus untuk belajar dan berkembang.

“Pendidikan inklusif bukan lagi wacana, tapi sudah masuk ke dalam kebijakan dan implementasi di lapangan," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan sekolah-sekolah tersebut akan dilengkapi dengan sarana-prasarana yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus serta didukung oleh guru-guru yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari Universitas Negeri Padang (UNP).

Menurutnya pendidikan inklusif akan berdampak luas bukan hanya bagi anak-anak penyandang disabilitas tetapi juga dalam menciptakan budaya sekolah yang terbuka, toleran, dan menghargai perbedaan.

Ia menyampaikan pendidikan inklusif membutuhkan hati dan komitmen dari guru dan kepala sekolah karena bukan sekadar metode pembelajaran.

Pendidikan inklusif, lanjutnya menuntut empati, kesabaran, dan kesiapan untuk berubah dan mampu melihat potensi setiap anak, bukan kekurangannya.

Ia menyebutkan adapun PAUD yang akan dikembangkan sebagai pendidikan inklusif yaitu satu TK Pembina dan tiga TK Negeri.

Ia menjelaskan dipilihnya UNP sebagai pihak untuk melatih guru di daerah itu dalam mewujudkan pendidikan inklusif karena perguruan tinggi itu telah lama mengembangkan kajian dan praktik pendidikan inklusif.

"UNP akan menjadi mitra penting dalam mendampingi kami, mulai dari pelatihan guru, penyusunan kurikulum adaptif, penyediaan tenaga pendukung, hingga riset berkelanjutan tentang pelaksanaan pendidikan inklusif," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) guna mewujudkan pendidikan inklusif di daerah itu sehingga seluruh warga dapat memperoleh pendidikan adil dan merata.

"Ini merupakan sebuah langkah maju yang menunjukkan komitmen kita dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, merata, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman.

Yota mengatakan pendidikan inklusif bukan sekadar program tambahan pihaknya namun merupakan paradigma baru dalam membangun masyarakat yang beradab dan berempati yang menurutnya harus dimulai dari ruang kelas.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026