Minggu keempat April, Indeks Perkembangan Harga Padang Panjang 3,33

id IPH Padang Panjang,Padang Panjang, Sumatera Barat

Minggu keempat April, Indeks Perkembangan Harga Padang Panjang 3,33

IPH Padang Panjang berfluktuasi turun dibandingkan minggu sebelumnya. (ANTARA/ Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Asisten II Setdako, Padang Panjang, Sumatera Barat, Ewasoska, mengatakan Inflasi Kota Padang Panjang, pada Maret 2025 mengacu pada inflasi Kota Bukittinggi, yaitu 0,50 persen year of year (yoy) atau turun dari Februari 0,51 persen. Sedangkan secara bulanan, di bulan Maret terjadi inflasi 0,98 persen month to month (mtm).

“IPH Padang Panjang minggu keempat April 2025 adalah 3.33 atau berfluktuasi turun jika dibandingkan minggu sebelumnya,” kata Ewasoska, usai mengikuti Rapat Koodinasi (Rakor) Penurunan Inflasi secara daring, Senin (28/4).

Menurut dia, komoditi utama yang berkontribusi untuk fluktuasi ini adalah cabai merah, bawang merah, dan mie kering instan.

“Kenaikan IPH masih didominasi cabai merah. Namun, jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya, terjadi penurunan IPH pada cabai merah karena mulai masuknya pasokan dari daerah sentra, sehingga terjadi penurunan harga,” jelas dia.

Ia menambahkan, pada minggu keempat April secara umum harga-harga 48 komoditas relatif stabil. Fluktuasi terjadi pada 13 komoditi, dengan rincian lima naik dan delapan turun harga.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penurunan Inflasi, minta seluruh kabupaten/ kota untuk perhatikan dan cek setiap komoditi yang alami kenaikan harga.

"Ada beberapa daerah yang saat ini kenaikan IPH-nya (Indeks Perkembangan Harga) sangat tinggi, terutama di enam daerah. Saya minta setiap daerah perhatikan ini. Kenapa ini bisa terjadi, carikan solusinya segera. Apa kendala langsung infokan," tegas Tomsi Tohir.

Menurut dia saat ini ada beberapa komoditi yang perlu diperhatikan kenaikan harganya. Mulai dari cabai merah, bawang merah, MinyaKita dan beras. (*)

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.