Presiden Bank Dunia Bertemu Paus Bahas Kemiskinan

id Presiden Bank Dunia Bertemu Paus Bahas Kemiskinan

Jakarta, (Antara) - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim bertemu dengan Paus Francis di Vatikan, Senin, guna membahas berbagai upaya yang bisa dilakukan dalam mengakhiri kemiskinan ekstrim di dunia. "Kami berdiskusi mengenai cara bagaimana kami dapat bekerja bersama-sama dengan pemimpin keagamaan untuk membuat opsi agar kaum miskin dapat memiliki kesempatan yang lebih besar dan keadilan dalam hidup mereka," kata Jim Yong Kim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin malam. Kim berterima kasih kepada Paus Francis akan pernyataannya yang kuat yang mendorong layanan yang rendah hati untuk mereka yang kurang beruntung, seiring dukungannya untuk pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan lingkungan, dan pekerjaan dengan upah yang adil untuk mengangkat mereka dari kemiskinan. Ia memaparkan, Bank Dunia telah menetapkan sasaran untuk mengakhiri kemiskinan ekstrim dan meningkatkan kesejahteraan bersama untuk 40 persen populasi terbawah di negara-negara berkembang. Selain pembicaraan selama 20 menit dengan Paus, Presiden Bank Dunia juga mendiskusikan kolaborasi yang lebih erat antara pihak Gereja Katolik dengan Grup Bank Dunia. "Kita harus mengatasi akar penyebab kemiskinan dengan memberikan kaum miskin akses kepada pendidikan, layanan kesehatan, dan pekerjaan yang lebih baik," ujarnya. Sebelumnya, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menyatakan akses universal bagi seluruh kalangan masyarakat untuk mendapatkan layanan finansial, berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di dunia. "Akses universal kepada layanan finansial sebenarnya dapat dicapai dengan menggunakan teknologi baru, model bisnis transformatif dan reformasi yang ambisius," kata Jim Yong Kim. Menurut dia, pada awal tahun 2020 diperkirakan bahwa akun uang di dalam dunia maya bersamaan dengan penggunaan kartu debit dinilai dapat meningkatkan akses finansial kepada mereka yang kini kerap terpinggirkan. Selain itu, Presiden Bank Dunia menyatakan, lebih dari 50 negara lainnya telah berkomitmen memenuhi target inklusi finansial. "Jika mereka dapat memenuhi komitmen itu, dan jika negara lainnya juga bisa berani menetapkan target, dan jika sektor swasta menyalurkan sumber dayanya, maka kita dapat mencapai akses universal pada 2020," ucapnya. Ia mengingatkan bahwa sekitar 2,5 miliar orang dewasa di berbagai penjuru dunia masih belum memiliki rekening di bank. Sedangkan sekitar 200 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di negara-negara berkembang kekurangan akses kepada pembiayaan finansial dan kredit. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.