Simpang Empat,- (ANTARA) - Sebanyak 12 perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menerima penghargaan zero accident atau nihil kecelakaan saat peringatan bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Simpang Empat.
"Penghargaan terhadap perusahaan kelapa sawit itu kita serahkan hari ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kepatuhan perusahaan," kata Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya 12 perusahan yang memperoleh penghargaan itu adalah PT Andalas Agro Industri, PT Laras Inter Nusa, PT Anam Koto, PT Sari Buah Sawit dan PT Pasaman Marama Sejahtera.
Lalu PT Agro Wiratama, PT Bakri Pasaman Plantations, PT Agro Wiraligatsa, PT Permata Hijau Pasaman, PT Primatama Muliajaya, PT Bintara Tani Nusantara dan PT Rimbo Panjang Sumber Makmur.
Pada kesempatan itu, dia juga membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Peringatan bulan K3 Nasional tahun 2025 mengusung tema "Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 untuk Meningkatkan Produktivitas".
"Pemilihan tema ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera melalui pembangunan manusia yang unggul dan produktif," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan K3 serta penguatan kapasitas SDM K3 harus menjadi perhatian dan prioritas utama di dunia kerja.
Pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan sebagai leading sector di bidang ketenagakerjaan, berkomitmen penuh dalam pembangunan kualitas SDM dan penerapan budaya K3 yang unggul.
"Berbagai upaya telah dilakukan di antaranya penyusunan dan pembaruan prosedur di bidang K3, peningkatan pembinaan dan pengawasan K3, pemberian layanan di bidang K3, serta peningkatan peran serta masyarakat dan lembaga K3," jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti munculnya berbagai risiko baru di dunia kerja akibat perubahan yang cepat dan dinamis.
"Salah satu contohnya adalah perubahan iklim, yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui peningkatan suhu serta peristiwa cuaca ekstrem. Selain itu, perubahan tatanan dunia kerja di era teknologi digital juga membawa berbagai risiko keselamatan dan kesehatan yang perlu diantisipasi secara serius," katanya.
Jika risiko-risiko tersebut tidak dimitigasi dengan baik, lanjutnya, dampaknya bisa sangat signifikan, seperti meningkatnya biaya kesehatan, penurunan kualitas hidup tenaga kerja, serta kerugian produksi.
"Oleh karena itu, upaya mitigasi dan adaptasi terhadap berbagai risiko ini harus menjadi perhatian utama kita bersama," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan K3 dalam menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan sehat guna mencapai zero accident serta meningkatkan produktivitas nasional harus segera diwujudkan.
"Jika kolaborasi dan sinergi antara Pemkab dan perusahaan berjalan dengan baik, maka hal ini akan lebih mudah dicapai," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Pasaman Barat Azhar mengatakan risiko kecelakaan kerja mulai menurun seiring dengan meningkatnya kesadaran dan penerapan K3 di perusahaan.
"Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil menerapkan K3 dengan baik di lingkungan kerja masing-masing," ujarnya.