
Lapas Talu latih warga binaan buat kerajinan dari koran bekas

Simpang Empat (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Talu, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memberikan pelatihan kemandirian kepada warga binaan dengan membuat kerajinan tangan dari koran berupa vas bunga, mobil-mobilan, asbak rokok, kapal dan kerajinan lainnya.
"Semangat para warga binaan membuat kerajinan cukup tinggi. Inilah yang terus kita bina agar nanti ada bekal mereka saat sudah kembali ke masyarakat," kata Kepala Sub Seksi Pembinaan Lapas kelas III Talu Farizal di Simpang Empat, Senin.
Ia mengatakan sangat mengapresiasi kerajinan warga binaan di dalam keterbatasan mereka di dalam penjara.
Para warga binaan bisa menghasilkan karya-karya yang tidak kalah bagusnya dengan yang ada di luar Lapas.
"Kita terus menyaring bakat-bakat keterampilan yang dimiliki oleh para warga binaan. Setelah kami saring, kita tempatkan di bidang mana yang dikuasi," ujarnya.
Menurutnya kerajinan bunga memanfaatkan kantong plastik bekas yang diperoleh dari tempat barang titipan berupa makanan dari keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan.
Sedangkan guci, truk fuso, asbak, kapal dan motor Harley memanfaatkan koran bekas, lem korea serta pewarna makanan untuk memberikan warna agar lebih lebih menarik.
Ia menyebutkan harga satu produk kerajinan tangan beragam mulai dari Rp100 ribu sampai Rp600 ribuan. Untuk pemasaran saat ini baru sebatas kepada petugas, pengunjung dan warga sekitar yang memesan.
Selain pembinaan kemandirian, jelasnya, Lapas Kelas III Talu juga melakukan pembinaan kerohanian berupa membaca Al Quran, praktik sholat jenazah yang bekerjasama dengan KUA Talamau dan panti Asuhan Aisyiyah Talu.
"Kita telah menandatangani kerja sama dengan KUA dan panti asuhan tersebut," ujarnya.
Ia mengakui pembinaan tersebut diberikan pada warga binaan pemasyarakatan agar tidak jenuh selama menjalankan hukuman.
Selain itu, manfaat dari pembinaan ini yaitu memberikan ilmu keterampilan paham agama, sehingga setelah bebas nanti bisa membuka usaha dan dapat berbaur dengan masyarakat sekitar.*
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
