Lapas Talu Pasaman Barat manfaatkan lahan kurang produktif dukung ketahanan pangan

id Lapas Talu Pasaman Barat,Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Lapas Talu Pasaman Barat manfaatkan lahan kurang produktif dukung ketahanan pangan

Kepala Sub Seksi Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Talu Ade Satrya saat melihat komoditi pertanian dengan memanfaatkan lahan kurang produktif di sekitar kantor. ANTARA/HO-Lapas Talu. (Upaya jaga ketahanan pangan)

Simpang Empat (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Talu di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memanfaatkan lahan kurang produktif di sekitarnya untuk mendukung program ketahanan pangan.

Menurut Kepala Lapas Kelas III Talu Yongki Yulianto didampingi Kepala Sub Seksi Pembinaan Ade Satrya di Simpang Empat, Minggu, mengatakan lahan yang kurang produktif dimanfaatkan untuk lahan pertanian seluas 872 meter persegi.

"Tanaman yang dikelola berupa sejumlah komoditas pertanian seperti tanaman terong dan kacang panjang yang dikelola secara mandiri oleh narapidana dengan bimbingan dari petugas pembinaan," katanya.

program ini merupakan wujud nyata dari komitmen Lapas Kelas III Talu dalam mendukung kemandirian pangan serta pembinaan produktif bagi para warga binaan.

Dia mengatakan program ini merupakan wujud nyata dari komitmen Lapas Kelas III Talu dalam mendukung kemandirian pangan serta pembinaan produktif bagi para warga binaan.

Dia mengapresiasi terhadap kerja keras para narapidana pekerja yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab dalam mengelola lahan pertanian di dalam lingkungan lapas.

Yongki Yulianto berharap program ketahanan pangan tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga membuka peluang keterampilan baru bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

"Kegiatan seperti ini adalah bagian dari upaya kami untuk menanamkan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, serta kemandirian. Kami ingin agar para warga binaan memiliki bekal keterampilan saat selesai menjalani masa pidana," ujarnya.

Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, katanya, mereka juga merasa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk masa depan ketika sudah keluar dari lapas.

Dia menjelaskan program ketahanan pangan ini juga menjadi bagian dari implementasi program pembinaan lapas yang sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengedepankan pembinaan berbasis keterampilan dan produktivitas.

Selain itu, hasil panen ini juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dapur Lapas Kelas III Talu itu sendiri.

Dengan hasil panen yang memuaskan, Lapas Kelas III Talu berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan ini agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga binaan maupun bagi lingkungan sekitar lapas.

Dia menambahkan jumlah warga binaan yang melakukan pemeriksaan sebanyak 199 orang.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.