Terminal Kalideres Siapkan "Amari" Sambut Arus Balik

id Terminal Kalideres Siapkan "Amari" Sambut Arus Balik

Jakarta, (Antara) - Terminal Kalideres, Jakarta Barat, menyiapkan angkutan malam hari atau "Amari" untuk mengangkut para penumpang pada arus balik Idul Fitri 1434 Hijriah yang tiba dini hari. "Persiapan Amari itu jumlahnya 10 persen dari jumlah kendaraan umum yang ada di setiap perusahaan. Jadi memang sudah siap, bahkan sudah mencari penumpang sejak H+1 Lebaran," ujar Kepala Terminal Bus Antar Kota Kalideres Hengki Sitorus di Jakarta, Minggu. Hengki mengemukakan, setidaknya terdapat 10 perusahaan bus dan angkutan dalam kota yang beroperasi di Terminal Kalideres, sehingga jumlah Amari yang disediakan diperkirakan cukup untuk menyambut arus balik. Hengki mengatakan, ketentuan untuk mempersiapkan jumlah Amari di Terminal Kalideres merupakan instruksi Dinas Perhubungan DKI Jakarta. "Itu sudah ada instruksinya. Di Terminal Kalideres sendiri memang penumpang yang menggunakan bus pada malam hari itu banyak saat arus balik," kata Hengki. Amari disiapkan demi mengantisipasi kesulitan penumpang yang tiba pada malam hari di Terminal Kalideres, saat mencari angkutan menuju daerah asal mereka. Dari sisi keamanan, Hengki mengatakan bahwa posko keamanan dari pihak kepolisian di Terminal Kalideres bersiaga 24 jam untuk mengamankan penumpang, pengemudi maupun bus yang beroperasi. Terkait Amari yang tidak dipungut ongkos atau gratis, Hengki belum dapat memastikannya, karena belum ada instruksi. "Tahun lalu Amari itu memang gratis saat arus balik, tapi tahun ini belum tahu, apakah akan gratis lagi atau tidak," ujar Hengki. Menurut rekapitulasi jumlah bus dan penumpang Terminal Kalideres, arus mudik mulai terlihat pada H+2 Idul Fitri atau Sabtu (10/8) dengan jumlah 4.105 penumpang dengan 390 bus. Angka tersebut meningkat 52,95 persen jika dibandingkan dengan jumlah kedatangan pada Jumat (9/8) yaitu 1.931 penumpang dengan 363 bus. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.