Arus Balik di Jalinteng Waykanan Meningkat

id Arus Balik di Jalinteng Waykanan Meningkat

Waykanan, (Antara) - Arus balik di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera di Kabupaten Waykanan Lampung mulai mengalami peningkatan dari sebelumnya, kendati tidak terlalu signifikan. Menurut Kapolres Waykanan AKBP Kunto Prasetya didampingi Kepala Unit Pengamanan Obyek Vital (Kanit Pamobvit) Bripka Cucu Ahyani Sutarsa, di Blambanganumpu yang berada sekitar 22 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Minggu, kepadatan pemudik terpantau sejak Sabtu (10/8) malam. "Kendaraan arus balik dari arah Sumatera Selatan menuju Pulau Jawa sudah mulai ada peningkatan namun tidak begitu signifikan dikarenakan terkendala oleh cuaca hujan sehingga menghalangi kondisi Jalinteng yang diselimuti kabut," kata Kunto. Ia menyatakan bahwa, personil Polres Waykanan masih "stand by" atau siaga di pos pelayanan dan pengamanan disejumlah titik jalur arus balik "Operasi Ketupat 2013". Terkait kendala di lapangan, antara lain banyaknya jalan di Kabupaten yang didominasi kelokan dan masih ada beberapa lubang. Karena itu, Kapolres mengimbau pengguna jalan untuk hati-hati. "Apalagi jika hujan membuat keadaan jalan menjadi licin, apabila pengendaraa tidak berhati-hati dapat mengakibatkan kecelakaan," tutur Kapolres lagi. Namun demikian, lanjutnya, sebagaimana amanat Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang mengharapkan permasalahan tingginya angka kecelakaan yang didominasi oleh kendaraan roda dua pada "Operasi Ketupat 2012" bisa ditekan, Polres berupaya mewujudkan hal itu. Kapolres menambahkan, pihaknya melakukan giat patroli pada jalur-jalur rawan guna mengatasi permasalahan ditemukan di lapangan. "Contohnya semalam, polisi bisa membantu pengemudi arus balik yang membawa kendaraan mengalami kerusakaan di jalur perkebunan PT Perkebunan Negara VII Blambanganumpu dengan giat operasi," kata Kunto Prasetya. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.