
BI Sumbar: waspadai dampak kenaikan BBM terhadap angka inflasi
Senin, 5 September 2022 16:31 WIB

Padang (ANTARA) -
Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai dampak kenaikan BBM bersubsidi terhadap angka inflasi di daerah itu.
"Kenaikan BBM berdampak cukup besar karena merupakan urat nadi perekonomian mengingat semua barang diangkut memakai kendaraan yang menggunakan BBM, sehingga mendorong kenaikan harga komoditas inti," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Senin.
Oleh sebab itu ia mengingatkan agar kepala daerah mewaspadai komoditas penyumbang inflasi di daerah dan melakukan upaya pencegahan.
Menurut dia saat ini angka inflasi tahunan Sumbar hingga Agustus 2022 telah mencapai 7,11 persen dan inflasi tahun berjalan 5,48 persen.
"Saya berharap angka inflasi ini tidak bertambah karena target BI tiga plus minus satu dan sekarang sudah lebih," ujarnya.
Ia menilai selain akibat masalah global kenaikan inflasi juga didorong oleh kenaikan harga bahan bakar bersubsidi.
"Masyarakat juga harus hati-hati, konsumsi jangan terlalu dilepas, harus berhemat karena kebutuhan hidup tetap tapi daya beli berkurang akibat harga naik," kata dia.
Ia melihat jika inflasi terus berlanjut dikhawatirkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi hingga meningkatnya angka kemiskinan.
"Oleh sebab itu ini harus menjadi kesadaran bersama semua pihak untuk bersama-sama meringankan beban masyarakat," katanya.
Terkait dengan komoditas pangan yang menjadi penyumbang inflasi ia menilai salah satunya juga disebabkan oleh mahalnya harga pupuk.
"Karena itu sudah saatnya menggalakkan kembali penggunaan pupuk organik yang lebih murah," katanya.
Selain itu BI Sumbar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat terus mengupayakan pengendalian inflasi lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Menurut Wahyu sejumlah upaya yang dilakukan mulai dari bersinergi dan berkoordinasi dengan tim pengendalian inflasi daerah sebagai rangkaian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Barat.
Kemudian melaksanakan kegiatan operasi pasar murah di wilayah kabupaten dan Kota antara lain di Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat serta di Kota Payakumbuh.
Tidak hanya itu juga akan dilaksanakan Bazar Gelar Pangan Murah setiap hari oleh Toko Tani Indonesia Centre di Rumah Inflasi maupun di Kelurahan di Kota Padang dengan mobil box keliling.
Sebelumnya berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik Sumatera barat hingga Agustus 2022 inflasi tahun kalender di Sumbar pada rentang Agustus 2022 terhadap Desember 2021 mencapai 5,48 persen dan inflasi tahunan pada rentang Agustus 2022 terhadap Agustus 2021 7,11 persen.
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
