
Legislator Agam minta Pemkab serius tangani sampah
Selasa, 12 Juli 2022 16:18 WIB

Lubukbasung (ANTARA) -
Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Lingkungan DPRD Kabupaten Agam, Sumatera Barat Zulhefi meminta pemerintah daerah setempat agar lebih serius menangani masalah sampah di daerah itu.
“Saya menilai, selama ini pemerintah kabupaten belum serius dalam menangangi sampah yang ada di Agam,” katanya di Lubukbasung, Selasa.
Ia mengatakan, alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah di Agam sangat kecil dari APBD.
Sedangkan Agam memiliki wilayah yang cukup luas, terdiri dari 16 kecamatan. Sedangkan alokasi anggaran dalam APBD hanya sebesar 0,12 persen dari APBD.
"Tentu anggaran itu tidak sesuai dan tidak memadai sama sekali,” kata anggota Fraksi Partai Gerindra itu.
Ia mengakui, tidak hanya rendahnya alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah, tingkat pelayanan sampah di Agam juga termasuk rendah dibanding kabupaten atau kota lainnya di Sumbar.
Tingkat pelayanan sampah di Agam oleh pemerintah daerah sebesar 24,34 persen.
"Pelayanan sampah di Agam terbilang rendah,” ungkapnya.
Untuk jumlah sampah yang ada di Agam sangat besar. Agam wilayah timur saja, jumlah sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Payakumbuh.
Setiap hari, jumlah sampah khususnya dari Agam wilayah timur yang harus dibuang ke TPA Regional di Payakumbuh sebanyak 28 ton per hari.
Untuk itu, mantan Wartawan LKBN Antara itu meminta Pemkab Agam lebih serius dan menyediakan alokasi anggaran yang besar untuk pengolahan sampah. Selain itu, Pemda Agam diminta untuk lebih kreatif memikirkan bagaimana cara pengolahan sampah menjadi positif dan bernilai ekonomi.
“Pemkab Agam jangan lagi berdiam diri dan segera berbenah mengatasi masalah yang di Agam,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam, Arief Restu mengatakan DLH Agam berupaya semaksimal mungkin dalam pengelolaan sampah di daerah itu dengan kondisi armada yang terbatas dengan jumlah sembilan unit dan petugas 66 orang.
"Armada dan petugas itu melayani Agam bagian barat dan bagian timur," katanya.
Ia berharap kesadaran dari masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah di daerah asal.
Warga diminta untuk mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, sehingga beban sampah ke TPA berkurang.
"Sampah rumah tangga itu bisa diolah menjadi pupuk organik dan ini harus dilakukan agar beban TPA bisa berkurang," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
