Logo Header Antaranews Sumbar

Polres Dharmasraya Siagakan Penembak Jitu

Senin, 22 Juli 2013 19:04 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Polres Dharmasraya menyiagakan empat penembak jitu untuk pengamanan di jalan selama arus mudik dan balik Lebaran 2013 di Kabupaten Dharmasraya. "Empat orang penembak jitu berasal dari Brimob Polda Sumbar guna antisipasi pengamanan arus mudik," kata Kapolres Dharmasraya, Akbp Bondan Witjaksono, saat dikonfirmasikan dari Padang, Senin. Menurut dia, untuk pengamanan Lebaran, Polres Dharmasraya juga menurunkan sebanyak lebih kurang dua ribu orang personel polisi. Personel yang diturunkan tersebut dari Unit Sat Reskrim, Sat Intel maupun dari Sat Lantas. "Para personel ini disebar untuk pengamanan masyarakat selama arus mudik dan balik lebaran," ujar dia. Selain itu tambah Bondan Witjaksono, Polres Dharmasraya juga membuat empat pos pengamanan dan objek vital di wilayah hukum Dharmasraya. Empat pos itu diantaranya, di daerah Sungai Rumbai, Pulua Punjung, serta Koto Baru,"jelas dia. Dia mengatakan, Polres Dharmasraya selama bulan Ramadhan selalu melakukan razia guna mengantisipasi masuk teroris. "Seluruh anggota yang diterjunkan itu bagian dari peningkatan keamanan antisipasi aksi terorisme di wilayah hukum Kabupaten Dharmasraya,"kata dia. Dia menambahkan, Polres Dharmasraya memprioritaskan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mudik, kelancaran di jalan, keamanan rumah yang ditinggalkan pemudik dan antisipasi jaringan teroris. "Tindak kriminalitas paling menonjol selama ini adalah kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (Curat),"ungkap dia. Sementara itu Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi mengatakan personel kepolisian setempat tidak diperbolehkan mengambil cuti ataupun libur, untuk pengamanan hari besar keagamaan umat Islam. "Jajaran Polda Sumbar tidak diperbolehkan mengambil izin cuti maupun libur. Dia menambahkan, tidak diizinkanya pihak kepolisian untuk mengambil cuti tersebut disebabkan perlunya peningkatan pengamanan pada hari besar keagamaan itu, sebab belajar dari tahun-tahun sebelumnya, banyak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan lalulintas, kriminalitas, dan lainnya. "Kejahatan yang kami antisipasi adalah kejahatan jalanan, dan kerawanan yang paling kami antisipasi adalah kemacetan, karena itu kami menyarankan agar para pemudik dapat berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan ini," ujar dia. (*/zon)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026