Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat soroti sejumlah proyek yang lambat pengerjaannya

Kamis, 16 Desember 2021 19:22 WIB
Image Print
Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto bersama dinas terkait saat meninjau pelaksanaan proyek pembangunan pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Nagari Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas yang bobotnya baru 60 persen. (Antara/Kominfo Pasbar).

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyoroti sejumlah kegiatan proyek di daerah itu agar pengerjaannya cepat selesai karena tahun anggaran 2021 segera berakhir.

Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto di Simpang Empat, Kamis mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan sejumlah proyek kegiatan di daerah itu.

Diantara kegiatan proyek yang ditinjau adalah pembangunan pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Nagari Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas, pembangunan labor komputer SMPN 2 Sungai Beremas dan pembangunan Jembatan Muara Mais- Lubuk Gobing dan Jembatan Pasar Silaping, Nagari Batahan Kecamatan Ranah.

Ia menginstruksikan pengerjaan SPAM yang akan mengaliri 2.500 kepala keluarga tersebut untuk segera diselesaikan.

"Pembangunan ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat setempat harus segera diselesaikan," tegasnya.

Menurutnya pembangunan SPAM tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 sebesar Rp 2,6 miliar dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas.

Ia menegaskan kepada kontraktor CV Emas Biru untuk segera mengejar ketertinggalan bobot kerja yang baru mencapai 60 persen tersebut.

Jika pengerjaan tidak selesai, kata dia, yang rugi bukan saja pemerintah daerah namun masyarakat yang sudah menunggu sanitasi yang bersih.

"Ini salah satu upaya kami dalam memberikan sanitasi yang bersih untuk masyarakat, salah satunya kepada masyarakat Air Bangis," katanya.

Kemudian ia meminta penyelesaian pembangunan gedung labor komputer yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 sebesar Rp421.636.953.

Dari peninjauan tersebut, diketahui bahwa bobot pekerjaan baru mencapai 30 persen.

Selain itu pembangunan jembatan Muara Mais-Lubuk Gobing dibangun berdasarkan bantuan keuangan khusus provinsi tahun 2021 dengan kontrak senilai Rp1,5 miliar lebih.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan Pasar Silaping dibangun berdasarkan Dana DAU APBD Kabupaten Pasbar 2021 senilai Rp503 juta.

"Kepada pengawas agar terus melihat perkembangan pengerjaan proyek itu. Kita berharap dapat selesai tepat waktu karena sangat dibutuhkan masyarakat," tegasnya. ***3***



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026