Hendak kabur ke Pekanbaru, kawanan begal bersenjata tajam buruan Polresta Padang dicegat di Bukittinggi

id pelaku begal,Kawanan begal dibekuk,Polresta Padang,Bukittinggi,berita padang,berita sumbar,pekanbaru terkini,berita pekanbaru

Hendak kabur ke Pekanbaru, kawanan begal bersenjata tajam buruan Polresta Padang dicegat di Bukittinggi

Petugas Polresta Padang memeriksa para pelaku diduga kawanan begal pada Kamis (2/9) pagi. (ANTARA/Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) membekuk kawanan terduga begal yang menggunakan senjata tajam di Jalan Kampung Nias V, pada Minggu (29/9) pagi.

Para pelaku dibekuk oleh Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang pada Rabu (1/9) malam di beberapa tempat terpisah.

"Empat orang kami amankan di Kota Bukittinggi, sedangkan satu lainnya di Kota Padang," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda di Padang, Kamis.

Ia mengatakan perburuan terhadap pelaku begal dilakukan sebagai bentuk komitmen pihaknya untuk mengungkap kasus yang meresahkan masyarakat.

Para pelaku yang rata-masih berusia belasan tahun itu telah dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan secara hukum.

Mereka adalah Yo (16), Vi (19), Re (17), , dan Y (16), G (18), semuanya beralamat di Simpang Patai, Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Rico mengatakan tiga pelaku yaitu Yo (16), Vi (19), dan Re (17), dibekuk oleh petugas di Terminal Aur Kuning, Kota Bukittinggi ketika mereka hendak melarikan diri ke daerah Pekanbaru.

"Mereka rencananya kabur ke Pekanbaru dengan menaiki travel dari Bukittinggi, tapi berhasil dibekuk sebelum berangkat," katanya.

Bersama keempat remaja itu juga turut diamankan warga Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman berinisial D (32) yang diduga telah memberikan pertolongan jahat.

Karena D diduga telah menampung keempat pelaku saat lari dari Kota Padang, dan mengantarkannya ke Bukittinggi.

Dua remaja lainnya adalah Y (16) dan G (18) diamankan di Kota Padang, dimana Y ikut dalam rombongan saat melakukan aksi begal, sedangkan G tidak ikut namun berperan membuang sepuluh senjata tajam yang digunakan pelaku ke sungai.

Dari keterangan para pelaku diketahui bahwa rombongan yang diduga melakukan begal pada Minggu pagi terhadap seorang perempuan sebanyak 12 orang dengan jumlah sepeda motor 6 unit.

Rico mengatakan saat ini pihaknya masih memburu pelaku lain, termasuk pelaku utama yang terlihat di dalam video viral mengacungkan senjata tajam jenis klewang kepada korban lalu merampas gawai (smartphone) milik korban.

Dari tangan pelaku polisi juga menyita dua bilah senjata tajam berupa satu parang, dan satu besi yang dibuat menyerupai celurit.

Aksi komplotan begal itu terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 05.35 WIB di Jalan Kampung Nias V, dengan korban seorang wanita.

Kejadian itu terekam oleh CCTV di sekitar lokasi, kemudian diunggah oleh sejumlah akun di media sosial instagram.

Dalam video terlihat korban sedang berjalan kaki kemudian dihampiri oleh segerombolan orang tak dikenal yang mengendarai sejumlah sepeda motor.

Mereka tampak melambatkan laju kendaraan ketika sudah melintas di depan korban, kemudian salah seorang dari komplotan turun dengan mengenggam dua bilah klewang.

Pelaku lalu memainkan senjata tajam yang ia genggam di hadapan korban, namun belum melakukan tindakan perampasan barang.

Tindakan perampasan baru terjadi ketika salah seorang pelaku lainnya yang juga memegang senjata tajam ikut turun dari sepeda motor.

Mereka merampas gawai dari tangan korban yang terlihat ketakutan, kemudian langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021